Dinas PUPR Pacitan Tingkatkan Kapasitas Drainase Kota, Pompa Banjir Disiapkan di Pulosari
Pacitan,Liputan68.com-Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat kapasitas sistem drainase perkotaan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi genangan dan meningkatkan kelancaran aliran air, terutama saat memasuki musim hujan.
Memanfaatkan anggaran APBD Perubahan 2026, Dinas PUPR Pacitan melaksanakan sejumlah pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur drainase di beberapa titik yang dinilai memiliki peran penting dalam sistem pengendalian air perkotaan.
Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas PUPR Pacitan, Tony Setyo Nugroho, mengatakan pekerjaan tersebut mencakup pengerukan, normalisasi, rehabilitasi saluran hingga pengadaan pompa banjir.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sistem drainase kota, sehingga aliran air dapat lebih optimal, terutama ketika terjadi peningkatan debit pada musim hujan,” kata Tony, Ahad (20/9).
Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengerukan Bozem Teleng di Kelurahan Sidoharjo, normalisasi saluran air di Jalan Pancer Teleng, Kelurahan Sidoharjo, serta rehabilitasi dan perbaikan Saluran Kalikunir di Kelurahan Pacitan.
Selain itu, Dinas PUPR juga melakukan pengerukan Saluran Kali Kunir di Kelurahan Pucangsewu. Pekerjaan pengerukan dan normalisasi tersebut diarahkan untuk mengembalikan kapasitas tampung serta kelancaran aliran saluran yang dapat berkurang akibat sedimentasi dan material yang terbawa aliran air.
Pompa Banjir Pulosari
Salah satu pekerjaan yang menjadi bagian penting dalam penguatan sistem drainase adalah pengadaan pompa banjir di Pulosari, Kelurahan Ploso.
Menurut Tony, fungsi pompa yang direncanakan tersebut pada prinsipnya serupa dengan pompa banjir yang telah tersedia di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Ploso.
“Konsepnya sama dengan pompa banjir yang ada di depan pom bensin Ploso. Pompa digunakan untuk membantu mengalirkan atau membuang air ketika debit air meningkat dan sistem gravitasi tidak mampu mengalirkannya secara optimal,” jelasnya.
Keberadaan pompa tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian genangan di kawasan Pulosari, khususnya area persawahan di sebelah selatan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Kawasan tersebut memiliki fungsi penting sebagai area pertanian sekaligus bagian dari sistem tata air kawasan. Pada saat curah hujan tinggi, akumulasi limpasan air berpotensi menimbulkan genangan apabila kapasitas aliran tidak mencukupi.
“Dengan adanya pompa banjir di Pulosari, diharapkan genangan air di area persawahan sebelah selatan JLS pada saat musim hujan dapat dikurangi,” ujar Tony.
Perangkap Sampah untuk Lindungi Saluran Kota
Selain meningkatkan kapasitas drainase, Dinas PUPR Pacitan juga menyiapkan langkah untuk mengendalikan sampah yang terbawa aliran sungai menuju kawasan perkotaan.
Salah satunya melalui rencana pembangunan perangkap sampah di Kalitani. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menahan sampah yang terbawa aliran air sebelum masuk lebih jauh ke kawasan kota.
Rencana lokasi pembangunan perangkap sampah berada di sebelah timur jembatan penghubung Desa Bangunsari dan Desa Sumberharjo.
Tony menjelaskan, keberadaan perangkap sampah memiliki fungsi strategis karena sampah yang masuk ke saluran dan sungai tidak hanya berpotensi mengganggu kualitas lingkungan, tetapi juga dapat menghambat penampang saluran dan mengurangi kelancaran aliran.
“Perangkap sampah di Kalitani ditujukan untuk menahan sampah agar tidak masuk ke kota,” katanya.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan drainase tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan atau pelebaran saluran. Sistem drainase yang berfungsi baik membutuhkan pemeliharaan rutin, pengendalian sedimentasi, pengelolaan sampah serta dukungan infrastruktur mekanis seperti pompa pada lokasi tertentu.
Melalui rangkaian pekerjaan tersebut, Dinas PUPR Pacitan berupaya membangun sistem drainase yang tidak hanya mampu menampung dan mengalirkan air, tetapi juga lebih adaptif menghadapi peningkatan debit pada musim hujan.
Dengan kapasitas saluran yang terjaga, sedimentasi yang dikendalikan, sampah yang ditahan sejak hulu, serta dukungan pompa di titik yang membutuhkan, sistem pengendalian air di kawasan perkotaan diharapkan dapat bekerja lebih efektif dalam mengurangi potensi genangan.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan