Kembali jadi Arena Kejuaraan Dunia, Baskami: Promosi Danau Toba Masih Kurang Gencar
MEDAN — LIPUTAN68.COM — Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, memberikan sejumlah catatan terkait terpilihnya Danau Toba menjadi tuan rumah Aquabike World Championship, 22 hingga 26 November mendatang.
Politisi PDI Perjuangan menyebut, citra Danau Toba sebagai destinasi super prioritas, harus dibarengi dengan pembenahan yang serius dari berbagai pihak.
Menurutnya kejuaraan tersebut menjadi tontonan dunia, tidak hanya masyarakat domestik melainkan mancanegara.
“Misalnya dari sisi akses, akomodasi, kesiapan fasilitas, ketersediaan utilitas, jaringan telekomunikasi, air bersih, pelibatan UMKM, penanganan keamanan, lalulintas, sampah dan banyak lagi,” katanya, Jumat (10/11/2023).
Hal tersebut disampaikan Baskami kepada awak media usai rapat persiapan Aquabike World Championship bersama Pj Gubsu Hasanuddin, Pangdam I/BB, Kapoldasu dan pemangku kepentingan lainnya.
Hadir juga secara virtual, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Cosmas Harefa.
Baskami juga menyoroti persoalan promosi yang harusnya lebih giat lagi untuk mendapatkan atensi dari para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
“Agar para wisatawan berbondong-bondong datang ke Sumut dan menimbulkan stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.
Pj Gubsu, Hasanuddin sebelumnya mengatakan, ajang kejuaraan internasional itu harus mengangkat citra dan martabat Sumut di dalam dan luar negeri.
“Kita mengharapkan multiplier effect dari even ini yang mampu nantinya meningkatkan perekonomian. Saya juga berpesan, oleh karena Sumut adalah tuan rumah, sudah selayaknya Sumut harus menjadi tuan rumah, bukan menjadi tamu di daerah sendiri,” tegasnya.
Hasanuddin menuturkan pihaknya juga mengapresiasi TNI/Polri melalui Pangdam I/BB dan Kapoldasu dalam sisi pengamanan saat even berlangsung.
“Kita juga telah berkoordinasi dengan baik dalam rangka persiapan dengan empat daerah pelaksana yaitu Pemkab Karo, Dairi, Toba dan Samosir,” tambahnya.
Penataan Eceng Gondok
Sisi lain, Baskami Ginting meminta penyelenggara even bersama pemerintah daerah untuk melakukan pembersihan tanaman eceng gondok di Danau Toba.
“Eceng Gondok ini merusak Danau Toba kita, maka perlu dilakukan kerja kolektif dari para pihak agar bisa membersihkan tanaman gulma ini jelang event Aquabike berlangsung,” katanya.
Menurut Baskami, bila dilakukan upaya pendalaman, tanaman eceng gondok dapat dijadikan produk UMKM yang memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat.
“Seperti kerajinan tangan. Kita juga tinggal melakukan pembekalan saja. Eceng gondok itu bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Eceng gondok, lanjut Baskami juga bisa dimanfaatkan untuk bahan tambahan sebagai pupuk.
- “Pemerintah harus serius akan hal ini. Juga pihak swasta harusnya membantu, dan bersama masyarakat kita bersihkan Danau Toba dari eceng gondok ini,” pungkasnya. (REL)

Tinggalkan Balasan