DIPLOMASI JAMAN KERAJAAN MATARAM

Oleh :

Dr Purwadi, M.Hum.
Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara,
LOKANTARA.
HP 087864404347

Sarasehan kultural historis terjadi pada hari Sabtu, 18 Nopember 2023. Selaku narasumber Dekan Fakultas Hukum Universitas Merdeka Pasuruan Jawa Timur. Bertempat di Bangsal Smarakata Karaton Surakarta.

Hubungan diplomatik antara Jawa Timur dengan Kerajaan Mataram memang dekat. Sultan Agung memerintah tahun 1613 -1645. Kitab diplomatik berdasarkan sastra gendhing, pangracutan dan nitipraja. Angger angger kenegaraan disusun untuk menata sistem pemerintahan.

Bupati Surabaya Pangeran Pekik berpengaruh di kawasan brang wetan. Menikah dengan Ratu Wandansari. Adik Sultan Agung ini terkenal sebagai praktisi bisnis pelayaran. Pelabuhan Tanjung perak, Tanjung Kodok dan Tanjung Emas pusat maritim Asia Tenggara.

Liputan JUGA  Canangkan KUR Klaster Jagung di Tanah Pinem, Bupati Dairi Bagikan Bibit Jagung Hibrida dan Alat Pertanian

Pernikahan Ratu Wandansari dengan Pangeran Pekik melahirkan Ratu Mas Jagir. Setelah dewasa menikah dengan Sinuwun Amangkurat Tegal Arum. Raja Mataram tahun 1645-1677 menurunkan Raden Rahmat Kuning atau Cak Ning. Kelak pada tahun 1677 dinobatkan sebagai raja Mataram. Bergelar Sinuwun Amangkurat II atau Amangkurat Amral. Karena berasal dari Surabaya maka disebut Sunan Amangkurat Surabaya.

Program utama Amangkurat Amral yakni memindahkan ibukota Mataram. Dari Plered ke Kartasura. Konsep maritim ditangani oleh tokoh Bugis Makassar. Yakni Karaeng Galengsong Armansyah dan Daeng Salman Dianda Abidin. Konsep industri migas diserahkan pada Amir Bukhori dari Pamekasan.

  Banner Iklan Sariksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *