Liputan BERITA

Dibawah Kendali Cicik, DLH Pacitan Terus Menelorkan Inovasi Dalam Pengelolaan Sampah Kota. Ini Kiat-Kiat Jitunya

Ditulis oleh Liputan68 pada 29 Januari 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com- Beberapa hal tengah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, sebagai inovasi penanganan sampah kota.

Kepala DLH setempat, Cicik Rudhotul Jannah mengatakan inovasi tersebut misalnya 3R Sahdu. Yaitu sampah jadi duit.

“3R Sahdu ini sebagai upaya pengurangan sampah dengan program bank sampah, jemput sampah an organik ke kantor dan pertemuan-pertemuan ke organisasi perangkat daerah (OPD), arisan Dharma Wanita, pertemuan PKK dan lainnya,” kata Cicik, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (29/1).

Berikutnya yaitu Kelurahan Bisa. Artinya bebas dari sampah. Program ini diharapakan sebagai upaya pengurangan sampah. “Sampah habis dikelola mandiri di kelurahan. Untuk kegiatan ini, DLH melakukan pendampingan secara terus menerus untuk masing-masing kelurahan agar mereka berinovasi dalam pengelolaan sampah,” jelasnya.

Tak hanya itu DLH juga akan memfasilitasi pembentukan KSM pengelola sampah, demikian juga membentuk bank sampah, dan membuat kampung biopori.

Menurut mantan Sekretaris Inspektorat Daerah ini, seperti yang telah dilaksanakan oleh Kelurahan Ploso, mereka punya inovasi Bajak Pasah. Yang artinya, bayar pajak pakai sampah. “Bayar PBB dengan hasil pilah sampah an-organik yang di tabung di Bank Sampah. Selain itu juga Lapak Mas Darling. Yaitu masyarakat sadar lingkungan. Juga upaya pengurangan sampah dengan program sosialisasi ke masyarakat dengan buka lapak/booth di berbagai acara,” jlentrehnya.

Adapun konsep yang diterapkan seperti tukar sampah plastik dengan berbagai barang atau makanan. Kemudian tukar sampah plastik dengan kompos, tukar sampah dengan bibit tanaman, tukar sampah dengan pakaian layak pakai, tukar sampah dengan sayuran, tukar sampah dengan teh, jajan pasar dan lain-lain.

Yang paling buncit, yaitu program Duta Mas Darling.Yaitu masyarakat sadar lingkungan. Salah satu kegiatan dari program ini yaitu pengurangan sampah dengan pemilihan kader lingkungan yang membantu mensosialisasikan, mengupayakan dan melakukan upaya pengelolaan sampah dan lingkungan.

“Di program ini diperlukan kader lingkungan yang berperan aktif menggerakkan kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dan kader lingkungan yang memiliki kemampuan dalam meyakinkan masyarakat untuk menjaga lingkungan,” tandasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian