Kepala SMKN 7 Kupang Akan Gelar Rapat Khusus Terkait Program Makan Siang Gratis

NTT, Liputan68.com- Saat ini di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah resmi meluncurkan program makan siang gratis.
Program tersebut dirintis oleh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi Making mengatakan, acara peluncuran makan siang gratis siswa SMA se-NTT dimulai dari sekolah ini, sebagai bentuk perhatian dunia pendidikan terhadap anak-anak di NTT.
Linus juga meyakini, program yang dibuat ini akan ditiru oleh sekolah lainnya di NTT.
“Kita melihat situasi dan kondisi masyarakat NTT yang saat ini banyak kemiskinan ekstrem dan ada stunting. Di situlah peran Dinas Pendidikan NTT bekerjasama dengan kepala sekolah, para guru, orangtua,” kata dia seperti mengutip dari Kompas.com.
Untuk diketahui, acara peluncuran makan siang itu berlangsung di SMA Negeri 1 Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, pada Selasa (20/2/2024).
Peluncuran itu ditandai pemberian makanan untuk perwakilan para siswa siswi dari 22 kabupaten dan kota di NTT.
Menanggapi hal ini, Kepala SMKN 7 Kupang Mursalin Ngala, S.Pd akan melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum menerapkan program makan siang gratis.
“Untuk program makan siang gratis ini, kita akan melakukan koordinasi dulu. Tentunya akan ada rapat guru untuk membahas khusus hal ini terutama tentang anggaran dan hal penting lainnya,” ucap pria sederhana asal Ende ini.
Selain itu, menurutnya penerapan program makan siang gratis akan disesuaikan dengan kondisi.
“Ya paling tidak kita bersyukur dan kita akan sesuaikan dengan kondisi kita saat ini,” ujar Mursalin Ngala, S.Pd pada Senin, (26/2/2024).
Lebih lanjut Kepala SMKN 7 Kupang Mursalin Ngala, S.Pd menjabarkan, total jumlah siswa di SMKN 7 Kupang ada sebanyak 340 siswa dengan empat program keahlian yakni tiga diantaranya bidang kemaritiman dan satu bidang komputer jaringan.
Kalau di kemaritiman lanjut Mursalin Ngala, ada teknik kapal niaga, ada di nautika kapal niaga dan nautika kapal penangkapan ikan.
“Untuk jurusan minat siswa itu paling banyak siswa memilih di jurusan kemaritiman dan mayoritas siswa kita itu adalah yang tempat tinggalnya dekat dengan lingkungan sekolah ini sehingga mereka tidak perlu lagi ke kota,” jelas Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 (SMKN7) Kupang.
“Sedangkan untuk kondisi sekolah saat ini hampir 80% lengkap untuk alat-alat praktiknya dan peralatan simulator. Jadi kita bersyukur dengan peralatan yang ada ini, pengembangan kompetensi anak-anak kita ini tidak jauh berbeda dengan yang di luar NTT,” pungkas Mursalin Ngala.***

Tinggalkan Balasan