Liputan BERITA

Bupati Pacitan Hari Ini Atau Nanti, Tetap Mas Aji. Dorong Partai Demokrat Tidak Membuka Penjaringan Bakal Calon Di Pilbup 2024

Ditulis oleh Liputan68 pada 6 Maret 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Bupati Pacitan hari ini dan nanti, tetap Indrata Nur Bayuaji. Kalimat diatas setidaknya terus menjadi obrolan warung kopi.

Meski Pilbup serentak 2024 masih belum berlangsung, namun masyarakat seakan sudah memastikan bupati kedepan tetap Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji, Red).

BACA JUGAPemkab Gelar Pelatihan Pendampingan Pengembangan Diversifikasi Tenun Menjadi Produk Souvenir

Obrolan layaknya warung kopi itu terus mengemuka di banyak kegiatan masyarakat. Entah saat kondangan, tahlilan, hajatan manten dan kegiatan arisan emak-emak.

Mereka tak lepas menyelipkan tema calon bupati kedepan, ditengah obrolannya. “Di kegiatan apa saja, entah kerja bakti, arisan emak-emak, saat tahlilan, yang dibicarakan ya hanya Mas Aji, bupati saat ini dan kedepannya,” kata salah seorang sesepuh, Jarot Mustofa, Rabu (6/3).

BACA JUGAUang Peringatan Kemerdekaan Rp. 75.000., untuk HUT ke – 75 Kemerdekaan Republik Indonesia

Menurut dia, Pilbup 27 November nanti bisa ia maknai hanya sekedar seremonial politik. Namun sejatinya, siapa bupati yang akan terpilih sudah jelas.

Oleh karena itu, Jarot berpendapat agar tidak memunculkan kekecewaan para tokoh politik lokal yang mungkin hendak macong calon bupati atau wakil bupati, Partai Demokrat sebagai kendaraan Politik Indrata Nur Bayuaji, tidak perlu membuka konvensi atau penjaringan bakal calon.

BACA JUGAIni Inovasi Yang Dilakukan RSUD dr Darsono Pacitan, Untuk Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

“Tunjuk saja secara aklamatif. Wong sudah jelas ya Mas Aji yang akan menerima rekomendasi pencalonan. Kalau dibuka penjaringan, nanti malam memunculkan kekecewaan. Khawatirnya justru akan memengaruhi elektabilitas calon,” jelas purna bakti aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Pacitan ini pada wartawan.

Tak lupa, Pria berkumis lebat itu juga menyinggung Wabup Gagarin, yang sementara waktu ini dipandang paling pas untuk kembali melanjutkan pemerintahan bersama Mas Aji.

BACA JUGAMiris, Pembangunan Gedung PAUD Di Desa Serba Jadi Sergai Yang Bersumber Dari DD 2023 Tanpa Plang Anggaran

Kesempatan maju sendiri, sambung Jarot, memang ada. Sekalipun Partai Golkar yang merupakan basic politik dari Gagarin, harus berkoalisi dengan partai lainnya, untuk bisa memenuhi parliamentary threshold (PT) pencalonan. “Kalah menang itu memang urusan yang diatas. Tapi kasat mata dunia, untuk periode ini, Mas Aji masih sangat kuat. Sehingga kalau Mas Gagarin berseberangan, kekalahan ada di depan mata. Kan eman-eman reputasi politiknya yang telah terbangun selama ini,” tutur dia.

Kalaupun berkeinginan melawan jago Demokrat, menurut Jarot, nanti di periode 2029. Itupun juga masih spekulatif.

BACA JUGAe-Mobile Samsat Sumut Diluncurkan, Pemprov Targetkan Juli Tidak Ada Lagi Pembayaran Konvensional

Sebab di lima tahun kedepan, SBY pasti sudah melakukan kaderisasi ketokohan untuk disiapkan sebagai calon bupati masa depan. “Bisa Indra Widya Agustina, bisa Mas Wiwit Bagong (Rakhman Wijayanto, Red) atau juga bisa Ronny Wahyono” ujarnya.

Kristanto Waluyo
Kristanto Waluyo

Sementara itu, Ketua Bappilu DPC Demokrat Pacitan, Kristanto Waluyo menyampaikan, konvensi atau penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati, merupakan mekanisme partai yang harus dilaksanakan.

BACA JUGATahun Baru 1442 H, MUI Ajak Fokus Memajukan Ekonomi Umat

Namun demikian, proses tersebut merupakan ranah kepengurusan pusat. Partai yang didaerah tinggal melaksanakan sebagaimana petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan. “Kita masih menunggu itu (juklak dan juknis),” kata Kristanto secara terpisah. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian