ICRAF Indonesia Bertekad Menekan Kerentanan yang Terjadi di Provinsi NTT
NTT, Liputan68.com- World Agroforestry (ICRAF) Indonesia bersama pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan lanjutan lokalatih ke-II mengenai perumusan upaya berupa penyusunan strategi serta langkah yang dapat dilakukan dalam merespon kerentanan perubahan iklim.
Kegiatan ICRAF Indonesia bersama Pemprov NTT melalui BAPPELITBANGDA NTT ini bertujuan untuk meningkatkan upaya ketahanan terhadap perubahan iklim di Provinsi NTT.
Mohamad Adi Nugraha selaku Ketua Tim ICRAF Indonesia menjelaskan bahwa kegiatan sebelumnya yakni lokalatih I pada bulan November 2023 dan hari ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan tersebut.

“Jadi kita memang ada berbagai rangkaian kegiatan dan kali ini sebenarnya yang kedua kita lakukan. Yang pertama itu adalah kegiatan jumpa untuk kita menilai dulu kerentanan-kerentanan karakteristik yang ada di NTT sehingga kita punya list kerentanan-kerentanan,” ucap pria yang akrab disapa Arga itu pada Selasa, (19/3/2024) di lokasi kegiatan yang bertempat di Hotel Harper Kupang.
Dari list kerentanan tersebut lanjut Arga, yang jelas kita bisa punya langkah untuk melakukan intervensi untuk memperbaiki dan coba menekan lagi kerentanan yang ada.
“Jadi kita menekan lagi kerentan longsor, kekerengin atau yang lainnya dari yang tadi besar menjadi ketahap yang tidak akan mempengaruhi ketahanan dari masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-harinya,” tutur Arga.
Lebih lanjut Arga mengatakan, berbagai hal ini yang bersifat perencanaan akan membantu Pemerintah Daerah
“Perencanaan itu nanti bisa digunakan oleh pemerintah daerah untuk melengkapi dokumen-dokumen perencanaan yang sedang dibuat,” pungkas Arga.
Diketahui, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappelitbangda NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST, MT.
Turut hadir dalam kegiatan, antara lain Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTT, Instansi Vertikal, Pengusaha, Mitra Pembangunan dan Pokja GPP. ***

Tinggalkan Balasan