Lewat Mini Soccer, Lancur Susanto Ingin Anak Muda Dekat dengan Olahraga dan Paham Politik
Pacitan,Liputan68.com- Kompetisi Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak tidak sekadar menjadi arena adu kemampuan dan strategi di lapangan hijau. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai positif sebagai ruang bertemunya para pelajar, membangun silaturahmi, mengembangkan potensi, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap kehidupan sosial dan politik.
Ketua DPD Partai Golkar Pacitan yang juga pimpinan di DPRD Pacitan, Lancur Susanto, menilai kegiatan olahraga seperti kompetisi mini soccer memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.
Menurutnya, semangat kompetisi tidak semata-mata diukur dari siapa yang keluar sebagai juara. Di balik pertandingan, terdapat proses belajar tentang kerja sama, sportivitas, disiplin, tanggung jawab, hingga kemampuan menghargai orang lain.
“Kompetisi Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak ini sangat bermanfaat sebagai wadah membangun silaturahmi antar pelajar, membangun prestasi dalam karya dan kekaryaan, serta menjadi wadah adu prestasi yang sangat positif,” ujar Lancur Susanto, Rabu (2/9).
Ia menambahkan, generasi muda perlu mendapatkan ruang yang sehat untuk menyalurkan energi, kreativitas, dan kemampuan mereka. Olahraga, menurutnya, menjadi salah satu sarana yang efektif karena mampu mempertemukan anak-anak muda dari berbagai latar belakang dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas.
Di sisi lain, Lancur memandang ada hal yang tidak kalah penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda, yakni pemahaman mengenai politik dan kehidupan demokrasi.
Ia menilai, politik tidak semestinya menjadi sesuatu yang dianggap jauh, kotor, atau hanya menjadi urusan orang dewasa. Sebaliknya, generasi muda perlu memahami bagaimana politik bekerja karena berbagai kebijakan yang lahir melalui proses politik pada akhirnya akan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, termasuk masa depan anak muda.
“Jangan sampai generasi muda apatis terhadap partai politik. Generasi muda harus mengenal partai politik dan paham dengan politik,” tegasnya.
Bagi Lancur, mengenal politik bukan berarti harus terjun menjadi politisi. Pemahaman politik justru penting agar anak muda memiliki kemampuan untuk menentukan sikap, menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan publik, serta menggunakan hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara secara bijak.
Generasi muda, lanjutnya, merupakan bagian penting dari masa depan demokrasi. Karena itu, mereka perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta literasi politik yang sehat.
Dalam konteks tersebut, kehadiran partai politik di tengah generasi muda diharapkan tidak hanya muncul ketika momentum politik berlangsung. Partai politik juga memiliki tanggung jawab untuk membuka ruang interaksi, mendengar aspirasi, sekaligus menjembatani berbagai potensi yang dimiliki anak muda.
“Golkar selalu hadir dan dekat dengan anak-anak muda untuk menjembatani para generasi muda,” kata dewan berbasiskan daerah pemilihan Kecamatan Nawangan-Bandar ini.
Ia berharap kegiatan seperti Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak dapat terus dikembangkan dan menghadirkan manfaat yang lebih luas. Sebab, dari lapangan olahraga dapat tumbuh persahabatan, dari kompetisi dapat lahir prestasi, dan dari ruang perjumpaan dapat tumbuh kesadaran untuk bersama-sama membangun masa depan.
Olahraga dan pendidikan politik tidak harus ditempatkan dalam ruang yang terpisah. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang sehat secara fisik, matang dalam berpikir, sportif dalam berkompetisi, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berdemokrasi.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan