Liputan BERITA

Pengamat Pemilu Pacitan: Gagarin Macong Cabup, Masih Sulit Menang. Ingat Yang Dilawan Bukan Aji, Tapi SBY Dan Demokrat

Ditulis oleh Liputan68 pada 24 Maret 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Pengamat Pemilu di Pacitan, Berty Stevanus tegaskan, potensi terjadinya pertarungan dua tokoh sentral di gelanggang Pilbup serentak 2024, besar kemungkinan akan terjadi.

Dua tokoh sentral tersebut yaitu Bupati Pacitan Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji melawan Wabup Gagarin.

Prediksi itu, sambung mantan Ketua Bawaslu ini, mengemuka seiring mencuatnya wacana duet “Pacitan Aman”, yakni Aji (Indrata Nur Bayuaji) berpasangan dengan Rakhman Wijayanto.

“Dinamika tersebut, berpotensi memantik adrenalin politik seorang Gagarin, untuk berspekulasi bertanding melawan jago petahana dari Demokrat. Sehingga tidak menutup kemungkinan head to head dua tokoh sentral di Pacitan akan terjadi di gelanggang Pilbup nantinya,” kata Berty, menyampaikan pandangan dinamika Pilbup Pacitan, Ahad (24/3).

Lebih lanjut, pria yang pernah duduk sebagai Sekretaris KPU Pacitan sebelum memasuki purna tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN) ini kembali berpendapat, seandainya fenomena head to head, Aji versus Gagarin benar berlangsung, diprediksi tidak akan berpengaruh terhadap peta perpolitikan di Pacitan.

Artinya, “cuan politik” masih tetap berpihak di kubu Demokrat. “Yang dilawan Gagarin, seandainya benar akan macong sendiri, itu bukan Aji, tapi Demokrat dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

Kalau penilaian saya secara personal antara Aji dan Gagarin, memang masih berpeluang Gagarin. Tapi sekali lagi, saya tegaskan yang dilawan bukan seorang Aji. Melainkan Demokrat dan SBY. Secara peta politik, di Pacitan ini belum bisa lepas dari Demokrat.

Apalagi saat Pileg lalu, Demokrat kembali berjaya dengan 18 kursi. Turah banyak kan untuk ketentuan parliamentary threshold (PT),” bebernya.

Masih di kesempatan yang sama, Berty juga menguraikan, peta politik di Jatim memang sedikit berbeda dengan iklim politik di Pacitan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perolehan kursi Parlemen, yang mana Partai Demokrat berada di urutan paling buncit, yaitu dengan 11 kursi DPRD Provinsi Jatim, dibandingkan dengan partai lain yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung pasangan Capres-Cawapres, Prabowo-Gibran.

Ditingkat provinsi, sambung Berty, Golkar meraih 15 kursi DPRD Jatim dari total 14 dapil. Angka itu mengalami kenaikan dibanding Pileg 2019 lalu sebanyak 13 kursi. Demikian juga Gerindra, dari 15 kursi di Pileg 2019, naik menjadi 21 kursi di Pileg 2024. Sedangkan Demokrat mengalami down grade, dari 14 kursi menjadi 11 kursi.

“Kalau ditarik linier dengan peta politik di Jatim, memang nggak nyambung. Meskipun Demokrat juga merekomendasikan Khofifah sebagai calon Gubernur dan Emil Dardak sebagai calon wakilnya.

Tapi bagaimana dengan Golkar dan Gerindra, apakah mereka mau menerima kehadiran Emil sebagai Cawagub dari Khofifah? Fenomena ini yang menurut saya bisa merubah iklim politik di Pacitan, sekalipun tidak begitu berdampak signifikan,” jlentrehnya.

Peran tim kampanye nasional (TKN) Prabowo-Gibran, seandainya akan ikut campur di Pilbup Pacitan, mungkin akan berpikir ulang. Mengingat fanatisme masyarakat terhadap SBY dan Demokrat masih sangat kuat.

“Kesimpulan saya, siapapun jago yang akan diusung Demokrat, sekalipun bukan Aji, tetap akan memenangi Pilbup.

Menurut saya, apabila Demokrat berangkat sendiri dan Gagarin diberangkatkan oleh gabungan beberapa Parpol secara kekuatan politik pasti kuat. Dan secara personal kuat Gagarin. Tapi karena musuh Demokrat saya kira Gagarin masih sulit menang,” tandasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian