“Selamat Pagi Pak Wabup”. Sekkab Heru Bersiap Ambil Formulir Pendaftaran Sebagai Bacawabup Dari Demokrat
Pacitan, Liputan 68.com-“Selamat pagi Pak Wabup”, begitu kata wartawan saat menyapa Sekkab Pacitan Heru Wiwoho Supadi Putro di ruang kerjanya, Selasa (30/4).
Heru yang saat itu usai menghadiri kegiatan di aula pendopo, hanya bisa tersenyum menanggapi sapaan “Wakil Bupati” dari media, yang sudah sejak pagi menunggunya untuk kembali meminta konfirmasi berkaitan dengan tahapan pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati, yang mulai hari ini sudah dibuka oleh internal DPC Demokrat Pacitan.
Heru yang saat itu nampak mengenakan T. Shirt dengan warna dasar biru, kembali mengatakan, kalau dirinya bersiap untuk ikut mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil bupati di Partai Demokrat.
Meski begitu, Heru kembali menegaskan, sebagai staf bupati, ia masih menunggu perintah dari atasannya. “Kalau Pak Bupati dawuh, mungkin hari ini juga saya akan mendatangi sekretariat DPC Demokrat untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil bupati,” ujar top manager birokrasi ini dengan mimik serius.
Heru juga menyiratkan, kalau dirinya sudah menyiapkan semua persyaratan untuk bisa mengambil formulir pendaftatan. Baik hasil survei dari lembaga survei nasional yang ditunjuk oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, serta visi-misi dan ulasan terkait strategi kemenangan.
“InsyaAllah semua siap. Tinggal menunggu dawuh Pak Bupati,” tegas mantan Kepala Bappeda ini.
Sementara itu wacana akan majunya birokrat senior di Pemkab Pacitan pada pusaran atmosfer politik Pilbup 2024, memang sempat menggemparkan jagad birokrasi.
Mayoritas aparatur sipil negara (ASN) memberi support tinggi kalau atasannya itu benar akan maju sebagai bakal calon wakil bupati yang hendak mendampingi jago bupati petahana, Indrata Nur Bayuaji.
Mereka sangat respect mengingat Heru Wiwoho dikenal sebagai aparatur handal dalam mengelola pemerintahan. Selain itu ia juga loyalisnya Bupati Aji (Indrata Nur Bayuaji) selama bermitra di pemerintahan.
Dari internal keluarga, Heru Wiwoho juga berhasil menjadi seorang pemimpin hingga kedua putrinya menjadi seorang dokter.
Demikian juga istrinya, Ulfa Heru Wiwoho yang juga seorang ASN dan bertugas sebagai pendidik di salah satu sekolah menengah negeri di Pacitan.
Meski sebagai istri seorang pejabat teras, namun tidak ada ambisi dari seorang Ulfa untuk meminta posisi jabatan selama meniti karir sebagai seorang ASN. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan