Ciptakan Iklim Kompetitif Layanan Kesehatan, Perlukah Membuka Investasi Pendirian Rumah Sakit Swasta Kenamaan Di Pacitan? Ini Jawaban Kadinkes dr Daru Mustikoaji
Pacitan,Liputan 68.com- Untuk membuka iklim kompetitif terhadap manajemen pelayanan rumah sakit daerah di Kabupaten Pacitan, mungkin perlu adanya kompetitor fasilitas kesehatan partikelir kenamaan seperti yang sudah ada di beberapa kabupaten/kota tetangga.
Dengan begitu, masyarakat akan bisa menentukan pilihan kemana mereka akan berobat ketika sakit. Bukan seperti yang telah dan sedang berlangsung selama ini.
Hanya karena ingin mendapatkan pelayanan prima, senyum ramah dan tutur kata yang menyejukan, tak sedikit masyarakat di Pacitan, harus migrasi ke luar daerah untuk “mencari” kesembuhan.
Terkait fenoma tersebut, Dinas Kesehatan yang saat ini menjadi naungan unit organisasi bersifat khusus (UOBK) seperti halnya RSUD dr Darsono, berharap hal tersebut bisa dijadikan sebagai ajang evaluasi.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan setempat, Daru Mustikoaji yang mengatakan, masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan baik itu di Puskesmas maupun RSUD dr Darsono, sebagai ajang evaluasi, baik evaluasi harian,mingguan, bulanan bahkan tahunan
“Kami yakin keluhan tidak akan pernah mencapai angka zero. Tapi bila kita liat kondisi saat ini betapa RSUD dr Darsono berkembang sangat pesat.
Berbagai sarana prasarana di benahi dan di lengkapi. Untuk kwalitas SDM pantauan ketat dilakukan kepada semua personil secara berjenjang meskipun tidak dipungkiri masih saja ada oknum yang kurang optimal dalam memberi layanan,” tulis Daru yang disampaikan melalui jaringan pribadi aplikasi chatting WhatsApp, Senin (3/6).
Khususnya untuk peningkatan dan pemerataan layanan kepada masyarakat, sambung dia, secara menyeluruh Pemda berupaya mengkaji, terwujudnya rumah sakit pemerintah tipe D atau tidak. Saat ini, masih dalam proses analisis.
Adapun wacana adanya investasi rumah sakit swasta kenamaan yang sudah ada di beberapa kabupaten/kota tetangga, tentunya diperlukan telaah khusus. Dimana fokus utama Pemda adalah kebutuhan seluruh masyarakat secara luas, keuntungan dan kerugiannya akan dikaji.
“Jadi intinya menggandeng swasta maupun menyusun sendiri rumah sakit pemerintah diperlukan telaah dan analisa terkait berbagai faktor yang tentunya akan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegas Daru, yang juga berprofesi sebagai dokter umum ini. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan