Badrul Amali, Mengawali Perjuangannya Sebagai Pegiat LSM Kini Menjadi Tokoh Nasional Dan Sangat Diperhitungkan. Ini Pandangan Terkait Calon Pemimpin Di Pacitan
Pacitan, Liputan 68.com-Mengawali debutnya sebagai pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM), kini pria yang juga masih tercatat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Sedayu, Kecamatan, Arjosari, Kabupaten Pacitan ini, sekarang melejit sebagai tokoh nasional.
Belum lama ini ia dinobatkan sebagai Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Seluruh Indonesia, DPP Asosiasi Desa Bersatu.

Dia adalah Badrul Amali. Pria berdarah Madura yang bangga sebagai warga Pacitan ini mengaku, prinsip utama dalam meniti karirnya yaitu berjuang mencari peluang dan jangan hanya bangga menjadi jago kandang.
“Jadi bagaimana cara kita untuk terus berjuang mencari peluang dan kesempatan diluar daerah, untuk memajukan daerah kita yaitu Pacitan,” kata Badrul yang juga seorang pengacara kondang di Pacitan ini, Selasa (18/6).
Badrul mengakui, memang tak mudah mendapatkan apa yang ia peroleh selama ini. Mulai belajar dan mengabdi sebagai anggota BPD, berjuang di organisasi non pemerintah, hingga berhasil menyabet gelar Master Hukum dan lolos menjadi pengacara dibawah naungan DPC Peradi Pacitan.
“Sejak 2016, saya mengawali karir sebagai pengacara dibawah naungan DPC Peradi Pacitan. Tak hanya itu, saya juga masih mengendalikan LSM LPKP sampai saat ini,” jelas dia.
Masih di kesempatan yang sama, Badrul menegaskan, bergabung di Asosiasi Desa Bersatu, yang terdiri dari delapan organisasi, yaitu BPD, kepala desa, perangkat desa, mantan kepala desa dan Parade Nusantara merupakan wadah perjuangan menuju masyarakat adil makmur, aman sejahtera, bagi delapan organisasi tersebut.

“Oraganisasi ini non politik. Kami berjuang untuk memajukan organisasi menuju masyarakat adil dan makmur,” beber pria yang juga sebagai mantan Ketua Asosiasi BPD Pacitan dan saat ini Ketua Asosiasi BPD Jatim (ABPEDNAS) masa jabatan 2024-2029 ini.
Soal pandangan politik untuk Pilbup Pacitan, ia berharap semoga bisa terlahir pemimpin yang berani dan kontroversi, namun tak melanggar regulasi.
“Pro pada kesejahteraan masyarakat, mau berjuang meningkatkan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan di semua bidang. Siapapun itu,” tegasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan