Liputan BERITA

Fish King, Manfaatkan Limbah Ikan Lele Menjadi Produk Olahan Bernilai Ekonomis Tinggi. UMKM Dari Solo, Ngangsu Kaweruh Ke Pacitan

Ditulis oleh Liputan68 pada 7 Agustus 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com- Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta bersama Poklahsar “Pawon Lesela” melakukan studi banding dengan Fish King di Pacitan untuk mempelajari inovasi pengolahan limbah tulang dan kepala lele berbasis zero waste.

Kegiatan dipusatkan di Gedung PLUT, KUMKM, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Pacitan, pada Selasa (5/8/2025) lalu.

Fish King ini, sebuah UMKM yang berhasil meningkatkan nilai ekonomi dari limbah lele. Mereka juga menciptakan produk seperti tepung lele, biskuit, kerupuk dan abon.

Seperti diketahui, Fish King merupakan salah satu UMKM alumni Inkubasi Bisnis Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian pada tahun 2024 yang berhasil dalam meningkatkan nilai ekonomi dari pengolahan limbah lele dengan menciptakan berbagai produk dari bahan baku limbah, seperti kepala dan tulang ikan lele.

Owner Fish King, Fyantina, mengatakan, bahwa tulang ikan lele mengandung lebih banyak kalsium daripada susu, sehingga membuat produk tersebut diminati banyak pihak.

Tepung lele, lanjut Fyantina, dibuat dari tulang dan kepala lele serta dapat digunakan sebagai bahan baku makanan bergizi tinggi.

“Selain itu juga biskuit dan kerupuk, produk ini dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah lele. Termasuk abon yang juga bernilai ekonomi tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian, Prayitno menambahkan, kegiatan studi banding ini akan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Poklahsar Pawon Lesela dalam pemanfaatan limbah ikan lele.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut menandakan bahwa kualitas dan daya saing UMKM di Pacitan tidak kalah dengan UMKM yang ada di kota.

Dalam kegiatan ini, UNIBA dan Poklahsar Pawon Lesela ingin belajar dalam hal pemanfaatan limbah ikan menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Ekonomi masyarakat akan meningkat melalui penciptaan produk bernilai tambah dari limbah lele. Pun akan menginspirasi UMKM lain di Pacitan untuk berinovasi dan meningkatkan daya saing,” jelas Prayitno. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian