Liputan DAERAH

Program Pertanian SBS–HMS Hidupkan Kembali Lahan Kering Malaka: Petani Kereana Rasakan Angin Segar dari Pemerintah

Ditulis oleh Liputan68 pada 9 Oktober 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Program pertanian yang digagas Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Dr. Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu (SBS–HMS), menjadi harapan baru bagi para petani di wilayah lahan kering.

Inovasi yang dikenal dengan program “balik tanah gratis dengan traktor” ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali potensi pertanian yang selama bertahun-tahun terbengkalai.

Salah satu warga Desa Kereana, Yohanes Besin, menyampaikan rasa syukur atas manfaat program tersebut.

“Program pertanian SBS–HMS sangat bagus. Kami masyarakat di Takarai, Kereana, Babotin Selatan, Bobotin, hingga Babotin Maemina merasa senang karena lahan kami kembali digarap. Kami bangga dan berterima kasih kepada pemerintah,” ujarnya kepada Mata Kompas, Kamis, 9 Oktober 2025.

Yohanes mengisahkan, sejak 2020 hingga 2024, banyak lahan warga tidak tergarap akibat keterbatasan alat dan dukungan.

“Dulu kalau ada bantuan, paling hanya 1–2 hektar dan tidak merata. Sekarang berbeda, tidak ada pilih kasih. Semua masyarakat bisa menanam jagung dan ubi lagi,” katanya dengan semangat.

Cerita serupa datang dari Endik Makun, warga Dusun Tualaran, Desa Kereana, yang berhasil membuka kembali kebunnya berkat bantuan traktor gratis dari Pemkab Malaka.

“Bantuan ini bukan hanya soal lahan, tapi juga harapan bagi masa depan keluarga kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Kereana, Wilibrodus Kanisius Kun, S.Sos, memberikan apresiasi atas keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat tani.

“Program traktor gratis ini membuktikan perhatian nyata Pemda Malaka kepada petani. Selain meringankan beban kerja, traktor juga mempercepat pengolahan lahan dan memperluas area tanam. Kami yakin kebijakan ini akan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kini, wajah pertanian Malaka kembali menunjukkan geliat optimisme. Di banyak desa seperti Botinleobele dan Kereana, hamparan lahan yang dulu kering mulai hijau kembali oleh jagung dan ubi.

Program SBS–HMS tidak hanya menghidupkan tanah, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi generasi petani Malaka bahwa dari tanah mereka sendiri, kesejahteraan bisa kembali tumbuh.** EKY LUAN

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian