NTT, Liputan68.com- DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti persoalan serius terkait kualitas beras yang disalurkan oleh Perum Bulog.
Sorotan ini muncul setelah adanya temuan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang beredar di pasaran dalam kondisi memprihatinkan, berwarna kuning dan bahkan berkutu.
Keluhan juga datang langsung dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) penerima jatah beras bulanan.
Mereka mengaku kecewa karena kualitas beras yang diterima tidak layak konsumsi dan jauh dari harapan.
Kondisi ini, selain merugikan penerima manfaat, juga dinilai mencoreng citra Bulog di mata masyarakat.








