DPRD NTT Soroti Kualitas Beras Bulog, Pihak Bulog Janji Tingkatkan Pengawasan
NTT, Liputan68.com- DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti persoalan serius terkait kualitas beras yang disalurkan oleh Perum Bulog.
Sorotan ini muncul setelah adanya temuan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang beredar di pasaran dalam kondisi memprihatinkan, berwarna kuning dan bahkan berkutu.
Keluhan juga datang langsung dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) penerima jatah beras bulanan.
Mereka mengaku kecewa karena kualitas beras yang diterima tidak layak konsumsi dan jauh dari harapan.
Kondisi ini, selain merugikan penerima manfaat, juga dinilai mencoreng citra Bulog di mata masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Pengadaan Bulog Kanwil NTT, Kabul, menyampaikan komitmen pihaknya untuk memperbaiki sistem pengawasan dan memastikan kualitas beras yang disalurkan tetap sesuai standar.
“Kami akan perketat pengawasan di gudang-gudang kami. Masukan ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan,”
“Kalau masyarakat menemukan beras SPHP rusak atau berkutu, silakan dikembalikan ke toko pengecer. Nanti akan diteruskan ke Bulog, dan kami akan menggantinya dengan kualitas yang lebih baik,” jelas Kabul (20/10/2025).
Bulog berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga mutu program SPHP dengan segera melapor bila menemukan beras tidak layak konsumsi.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap Bulog sekaligus menjamin bahwa beras SPHP benar-benar menjadi solusi pangan berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.***

Tinggalkan Balasan