Liputan BERITA

Perlu Perhatian GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Gedung Lama Dinas PUPR Konon Ada Gandaruwonya. Ini Penjelasan Sekertaris Dinas PUPR Pacitan

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Rencana perluasan tempat isolasi mandiri bagi pasien covid-19 confirm di gedung lama Dinas PUPR Pacitan, sepertinya banyak resistensi dari para aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

Sebab, lokasi gedung tersebut, berada di kawasan perkantoran. Bukan hanya Dinas PUPR, namun tak jauh dari berdirinya gedung lama tersebut, juga berdiri Gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pertanian. Ke arah Timur, kurang lebih 200 meter, juga berdiri gedung Dinas Pendidikan.

Sekretaris Dinas PUPR Pacitan, Suparlan, mengatakan, sangat tidak layak seandainya gedung lama itu akan dijadikan lokasi isolasi bagi pasien covid-19 confirm. “Itu (gedung) berdiri di lingkungan perkantoran. Sehingga kalau dijadikan tempat isolasi pasien positif covid-19, kami rasa sangat tidak memungkinkan,” kata dia memberikan pendapat, Rabu (28/10).

Selain berada di kawasan perkantoran, lanjut Suparlan, psikologis karyawan juga terganggu. “Banyak dari karyawan di PUPR yang semburat tidak akan masuk, kalau gedung lama tersebut akan dijadikan tempat isolasi bagi pasien covid-19 confirm. Mohon maaf, itu pendapat rekan-rekan di Dinas PUPR,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dilihat dari sarana dan prasarana yang ada, didalam gedung itu juga hanya memiliki tiga kamar mandi. Sedangkan, lokasi isolasi pasien positif covid-19, mestinya harus tersedia kamar mandi, disetiap kamar. Seperti layaknya klinik atau pusat layanan kesehatan pada umumnya.

Yang lebih membuat karyawan kurang sependapat lagi, konon gedung PUPR lama itu, menurut cerita, banyak hal-hal mistis yang sering terjadi, saat gedung tersebut masih dipergunakan untuk aktivitas perkantoran. “Kita sering menemui hal ganjil. Misalnya saja ada penampakan perempuan cantik dan di ruang laboratorium belakang, juga kerap nampak makhluk halus menyerupai gandaruwo.

Belum lama ini juga pernah ada ular cobra lumayan besar. Namun oleh tokoh supranatural, dilarang untuk dibunuh. Ceritanya, ular tersebut merupakan penunggu gedung,” tutur Suparlan, mengenang cerita ganjil yang banyak dijumpai anak buahnya.

Karena itu, seandainya tetap dipaksakan untuk dijadikan lokasi karantina, dia khawatir, pasien akan mengalami hal yang sama. Dampaknya, kondisi kesehatan dan psikologis pasien akan semakin memburuk dan berpengaruh dalam proses menuju penyembuhan. “Jangan kaget kalau suatu misal, ada orang menjerit karena akan menjumpai sesuatu diluar nalar,” terang pejabat eselon III A ini.

Sementara itu, informasi yang didapat wartawan, tak jauh dari gedung Dinas PUPR, arah timur, ada jalan mirip gang kelinci, menuju pematang sawah.

Jalan tersebut, menurut cerita leluhur, tidak boleh ditutup. Sebab pada jaman dahulu kala, konon itu jalan menuju arah pemakaman lama, yang saat ini keberadaannya sudah hilang lantaran banyak berdiri gedung perkantoran dan kawasan permukiman. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian