Liputan BERITA

Rencana Pengadaan Pegawai Lingkup Pemkab Pacitan, Masih Terus Digodok Yang Didasarkan Pada Anjab Di Masing-Masing OPD. Pusat Yang Akan Memutuskan

Ditulis oleh Liputan68 pada 23 Januari 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Rencana pengadaan pegawai, baik pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) maupun calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup Pemkab Pacitan, masih terus di godok.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Pegawai, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM setempat, Sugeng Budiarto mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan informasi pasti berkaitan dengan jumlah maupun formasi yang dibutuhkan dalam proses pengadaan pegawai Tahun 2024.

Sebab, sambung dia, saat ini masih dilakukan rekapitulasi kebutuhan yang didasarkan pada analisa jabatan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). “Jumlahnya berapa dan apa saja formasi yang dibutuhkan, saat ini masih kita lakukan rekapitulasi secara rinci dari masing-masing OPD yang didasarkan pada analisa jabatan,” kata Sugeng, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (23/1).

Meski begitu, pejabat eselon IIIB ini menegaskan, secara akumulatif kebutuhan pegawai di Pemkab Pacitan, kurang lebih sekitar 400’an. Hal tersebut dihitung berdasarkan jumlah pegawai yang akan memasuki masa purna tugas tahun ini.

“Jadi benar informasi dari Pak Kepala BKP SDM (Rudi Haryanto, Red), kalau kita tidak akan menambah pegawai. Kalaupun ada pengadaan, itu sebagai pengganti pensiun,” jlentrehnya.

Masih menurut Sugeng, setelah rekapitulasi tuntas, selanjutnya akan diusulkan ke Kementerian PAN dan RB. Selanjutnya pusat yang akan memutuskan, berapa jumlah pengadaan serta apa saja formasi yang dibutuhkan.

“Untuk formasi kesehatan dan pendidikan, itu prioritas. Meskipun juga ada tenaga teknis. Tapi pastinya nanti setelah ada keputusan dari pusat,” tegasnya.

Apabila usulan nanti disetujui, untuk rencana rekruitment dilaksanakan dalam tiga periode. “Hasil zoom meeting dengan Kementerian PAN dan RB lalu, periode pertama dilaksanakan pada Mei. Kemudian periode kedua pada Agustus dan periode buncit pada Oktober. Tapi sekali lagi time schedule tersebut masih tentatif. Semua menunggu arahan dari pusat,” pungkasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian