Baca Arah Angin Pilkada DPRD, Langkah Politik Gagarin Merapat ke Demokrat Dinilai Paling Realistis Oleh Politikus Gaek Sutikno
Pacitan,Liputan68.com-Menguatnya wacana perubahan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD mulai membentuk ulang peta dan kalkulasi politik lokal.
Dalam konteks tersebut, langkah Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, yang memilih segera bergabung ke internal Partai Demokrat usai mundur dari Partai Golkar, dinilai sebagai manuver politik yang realistis dan penuh perhitungan.
Penilaian itu disampaikan oleh politikus senior Pacitan, Sutikno. Tokoh yang akrab disapa Gus Tik tersebut menilai, jika berbicara geopolitik Pacitan, Partai Demokrat saat ini menjadi kekuatan paling dominan untuk memenangkan Pilkada, baik melalui mekanisme langsung, terlebih jika pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD.
โSecara politik sudah sangat terbaca. Demokrat menguasai parlemen. Kalau benar Pilkada nanti melalui DPRD, maka figur yang diusung Demokrat hampir bisa dipastikan yang akan terpilih,โ ujar Gus Tik kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Mantan ketua salah satu partai politik kontestan pemilu itu menegaskan, keputusan Gagarin merapat ke partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka jalan menuju kontestasi Pilkada Pacitan ke depan. Menurutnya, dalam politik lokal, kekuatan parlemen menjadi faktor kunci yang tidak bisa dinegosiasikan.
Meski demikian, Gus Tik menilai jalan Gagarin tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Beban besar menanti, salah satunya memastikan Partai Demokrat mampu mempertahankan, bahkan mendongkrak, perolehan kursi DPRD Pacitan pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang.
Sebab, kata Gus Tik, Pilkada sejatinya hanya merupakan konsekuensi dari kemenangan legislatif. “Kalau Pilegnya menang, Pilkada itu hanya formalitas. Demokrat akan tetap menjadi penguasa parlemen, dan peluang menuju kursi bupati otomatis terbuka lebar,โ tegasnya.
Sebagai Ketua Forum Pewarta Pacitan (FPPA), Gus Tik menilai dinamika politik Pacitan ke depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan parlemen, bukan sekadar popularitas figur. Dalam konteks itu, langkah Gagarin dinilai telah selaras dengan arah angin kekuasaan yang sedang bergerak.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan