Hari Pramuka ke-65, Momentum Memantapkan Langkah Jaga Alam dan Lingkungan di Pacitan
Pacitan,Liputan68.com-Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus membangun karakter generasi muda yang tangguh dan bertanggung jawab terhadap masa depan negeri.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Pramuka tahun ini tidak hanya berbicara tentang semangat kebangsaan dan pengabdian, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka Kalpataru Kabupaten Pacitan, Cicik Ruhdlotul Jannah, menyampaikan bahwa semangat Hari Pramuka selaras dengan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
“Semangat kemerdekaan dan semangat Hari Pramuka mari kita jadikan momentum untuk lebih mencintai alam, sekaligus semangat untuk lebih baik dalam mengelola lingkungan,” ujarnya, Jum’at (14/8).
Menurut Cicik, kecintaan terhadap alam bukan sekadar diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kepedulian lingkungan perlu tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Gerakan Pramuka, kata dia, memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai tersebut kepada generasi muda. Melalui kegiatan yang dekat dengan alam, anggota Pramuka dapat belajar tentang kedisiplinan, gotong royong, tanggung jawab, sekaligus memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Semangat tersebut juga sejalan dengan keberadaan Saka Kalpataru, wadah kegiatan kepramukaan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan di bidang lingkungan hidup.
Di tengah tantangan perubahan iklim, persoalan sampah, kerusakan ekosistem, hingga kebutuhan menjaga ketahanan pangan, kesadaran lingkungan menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
Karena itu, Hari Pramuka ke-65 diharapkan tidak berhenti sebagai momentum mengenang perjalanan panjang Gerakan Pramuka. Peringatan ini dapat menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat alam, menghemat sumber daya, serta membangun budaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Semangat “Berbakti Tanpa Henti, Berkarya untuk Negeri” pun menjadi semakin relevan. Pengabdian kepada bangsa tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Menanam pohon, menjaga sumber air, memilah sampah, merawat lingkungan sekitar, hingga mengajak orang lain mencintai alam merupakan bentuk nyata kontribusi untuk negeri.
Dari Pacitan, semangat Hari Pramuka ke-65 diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama. Sebab, menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan tidak cukup hanya mengejar kemajuan ekonomi. Indonesia juga membutuhkan generasi yang memiliki kepedulian, karakter, dan komitmen untuk memastikan alam tetap lestari bagi generasi yang akan datang.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Berbakti tanpa henti, berkarya untuk negeri, dan bersama menjaga bumi tetap lestari”, pungkasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan