Liputan DAERAH

Bikin Bangga! SMK Negeri 5 Kupang Tunjukkan Karya Siswa, Gubernur NTT Dorong Lahirnya Wirausaha Muda

Ditulis oleh Editor NTT pada 6 Maret 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Semangat kreativitas dan keterampilan para siswa SMK Negeri 5 Kota Kupang mendapat perhatian langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena.

Dalam kunjungannya pada Kamis sore (5/3/2026), Gubernur melihat langsung berbagai karya dan praktik keahlian siswa yang menjadi bukti bahwa sekolah kejuruan mampu melahirkan generasi muda yang siap berkarya dan mandiri.

Kedatangan Gubernur disambut hangat oleh Plt. Kepala SMK Negeri 5 Kupang bersama jajaran guru dan siswa. Kunjungan tersebut menjadi momen kebanggaan bagi sekolah, karena berbagai program keahlian yang dimiliki siswa diperlihatkan secara langsung kepada orang nomor satu di NTT itu.

Kunjungan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan pendampingan program One School One Product (OSOP) bertema “Inovasi dan Branding OSOP” yang diselenggarakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Provinsi NTT.

Program OSOP sendiri menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong pendidikan vokasi agar lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, setiap sekolah diharapkan mampu melahirkan produk unggulan yang berasal dari kreativitas siswa dan potensi lokal daerah.

Di SMK Negeri 5 Kupang, semangat itu terlihat nyata.

Gubernur Melki Laka Lena berkeliling meninjau beberapa ruang praktik siswa, mulai dari Program Keahlian Teknik Otomotif, Teknik Energi Terbarukan, hingga Desain Komunikasi Visual.

Di bengkel otomotif, para siswa tampak serius melakukan praktikum mesin mobil sebagai bagian dari pembelajaran berbasis keterampilan.

Sementara di ruang energi terbarukan, para siswa menunjukkan kemampuan mereka merakit panel surya yang memanfaatkan energi matahari menjadi listrik. Bahkan terdapat juga sistem pembangkit listrik tenaga angin yang dipelajari siswa sebagai bagian dari pengembangan teknologi energi ramah lingkungan.

Bagi Gubernur, apa yang ditunjukkan para siswa tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi muda yang terampil dan siap menghadapi dunia kerja.

“Anak-anak SMK harus produktif menghasilkan produk yang berguna, berdampak dan bermanfaat serta bisa dibeli oleh masyarakat,” ujar Melki Laka Lena.

Ia menegaskan bahwa sekolah kejuruan tidak boleh hanya menjadi tempat belajar teori semata. SMK harus menjadi pusat produksi, inovasi, sekaligus ruang pengembangan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, melalui program OSOP, siswa dilatih untuk tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berinovasi, manajemen usaha, hingga mampu menghasilkan produk akhir yang berkualitas.

Dengan begitu, produk yang dihasilkan para siswa tidak hanya berhenti sebagai karya praktik di sekolah, tetapi benar-benar dapat digunakan dan dibeli oleh masyarakat.

Gubernur juga memberikan dorongan kepada para lulusan SMK agar berani melangkah menjadi wirausaha. Ia menyebutkan bahwa pemerintah siap membuka akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi siswa yang ingin memulai usaha setelah lulus.

“Siswa SMK harus melihat peluang usaha dan membangun mentalitas wirausaha yang kuat. Bangga dengan produk buatan sendiri dan ciptakan karya yang bisa bersaing dengan produk luar,” katanya.

Di SMK Negeri 5 Kupang sendiri terdapat sembilan program keahlian dengan berbagai produk dan jasa yang telah dihasilkan para siswa.

Mulai dari pembuatan sofa dan kursi dari bahan bekas, teknologi RFID pada bidang elektronika, jasa desain grafis dan percetakan, pembuatan denah rumah, layanan otomotif, konstruksi bangunan, pengembangan panel surya, produk fabrikasi logam seperti meja dan mimbar, hingga jasa instalasi listrik.

Beragam karya tersebut menjadi bukti bahwa SMK Negeri 5 Kupang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan generasi muda.

Bagi sekolah, kunjungan Gubernur ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi para siswa untuk terus berkarya dan membuktikan bahwa anak-anak SMK mampu menghasilkan produk unggulan yang membawa nama baik Nusa Tenggara Timur.***

Ditulis oleh Editor NTT

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian