Liputan BERITA

Sehari Jelang Penutupan, Pendaftaran Calon Kades Ketro Masih Nihil Peminat

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 20 Juli 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Menjelang berakhirnya masa pendaftaran bakal calon Kepala Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, dinamika demokrasi di tingkat desa justru masih diwarnai keheningan. Hingga Senin (20/7/2026), atau sehari sebelum penutupan pendaftaran tahap pertama, belum satu pun warga mengambil formulir pencalonan.

Kondisi tersebut dibenarkan Penjabat (Pj) Kepala Desa Ketro, Samsudin. Ia mengatakan, masa pendaftaran tahap pertama akan resmi ditutup pada Selasa (21/7/2026) pukul 11.59 WIB. Namun hingga H-1, panitia belum menerima satu pun bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran.

“Benar, sampai hari ini belum ada warga yang mengambil formulir pendaftaran calon kepala desa. Tahap pertama akan ditutup besok pukul 11.59 WIB,” ujar Samsudin.

Meski secara administratif belum ada pendaftar, Samsudin mengungkapkan bahwa dinamika politik di tengah masyarakat sebenarnya mulai terasa. Sejumlah nama disebut-sebut berpotensi maju, namun masing-masing masih saling mencermati langkah lawan politiknya.

“Di masyarakat memang sudah ada komunikasi dan pembicaraan. Ada yang mengatakan, kalau si A maju maka saya tidak maju. Sebaliknya, kalau dia tidak maju, saya yang akan maju. Artinya masih saling menunggu,” jelasnya.

Fenomena tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi politik yang lazim terjadi dalam kontestasi pemilihan kepala desa. Kendati demikian, kondisi itu juga menunjukkan bahwa keberanian untuk tampil sebagai pemimpin masih memerlukan kepastian terhadap konstelasi politik yang berkembang.

Apabila hingga batas akhir tahap pertama tetap tidak ada pendaftar, mekanisme yang telah diatur akan tetap berjalan. Panitia akan membuka kembali masa pendaftaran pada tahap kedua selama 15 hari. Jika masih belum ada bakal calon, maka pendaftaran kembali diperpanjang pada tahap ketiga dengan durasi lebih pendek, yaitu 10 hari.

“Kalau sampai hari terakhir tetap belum ada pendaftar, maka akan diperpanjang selama 15 hari pada tahap kedua. Jika masih belum ada juga, akan dibuka lagi tahap ketiga yang hanya selama 10 hari,” terang Samsudin.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades Ketro dapat berlangsung sesuai harapan dan melahirkan pemimpin yang benar-benar memiliki komitmen membangun desa. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk tidak ragu mengambil peran dalam kontestasi demokrasi tersebut.

“Mari warga yang memenuhi syarat, jangan takut untuk ikut ambil bagian mencalonkan diri sebagai Kepala Desa. Desa membutuhkan pemimpin yang memiliki niat baik, integritas, dan semangat mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pemilihan kepala desa bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan ruang pendidikan politik bagi masyarakat untuk menghadirkan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang sehat.

Semakin banyak putra-putri terbaik yang berani tampil, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pilihan yang berkualitas.

Pada akhirnya, demokrasi desa tidak hanya diukur dari siapa yang menang, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat berpartisipasi dan bersama-sama menjaga proses politik tetap bermartabat, jujur, serta berorientasi pada kemajuan desa.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian