FK PUSPA Sumut Minta Dinas Pendidikan Tegas Terhadap Sekolah yang Nekat Buat Acara Dengan Melibatkan Kerumunan Siswa

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Setiap akhir tahun ajaran pendidikan, ada traidisi yang dilakukan sekolah-sekolah seperti wisuda, peprisahan, study tour dan lainnya. Dalam situasi normal traidisi ini tentu tidak ada masalah selama ada kesepakatan antara sekolah, siswa dan orangtua siswa. Nmaun pada saat ini seiring berakhirnya tahun ajaran 2019/2020 kita berada dalam situasi pandemic covid-19, maka daerah-daerah yang berstatus zona merah, Oranye dan kuning covd-19 harus ditiadakan. Hal ini juga sesuai dengan himbauan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan , Nadiem Anwar Makarim, pada acara webinar yang dilaksanakan Senin 15 Juni 2020.

Oleh karenya Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) provinsi Sumatera Utara (FK Puspa Sumut) meminta Dinas Pendidikan Sumatera Utara dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara segera mengeluarkan surat edaran larangan acara perpisahan , wisuda, dan acara apapun yang akan mengumpulkan siswa-siswa ataupun orangtua siswa baik tingkat PAUD sampai SLTA selama Pandemi covid 19. Karena dapat membahayakan anak-anak dan berpotensi menjadi klaster penyebaran virus covid-19.

Hal ini di sampaikan Misran Lubis selaku penggiat perlindungan anak terkait adanya laporan dari orangtua siswa dan masyarakat, akan diadakannya acara perpisahan siswa TK Swata Amal Shaleh yang berada di jalan cempaka kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia dengan melakukan study tour ke pemandian alam sejuk dan ke kebun teh sidamanik yg rencananya akan di laksanakan pada hari Kamis (18/6) dengan mewajibkan seluruh siswa/i TK tersebut.

Misran menjelaskan bahwa hal ini diluar nalar dikarenakan di masa pandemi ini untuk proses belajar mengajar di lakukan dari rumah dan mengapa justru pihak sekolah mewajibkan untuk ikut dalam study tour dengan konsekwensi bagi yang tidak ikut serta tetap di wajibkan membayar biaya sebesar Rp. 250.000.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *