GIANYAR-LIPUTAN68.COM – Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, mengapresiasi kreativitas masyarakat Bali terutama anak muda dalam mengembangkan kesenian kontemporer. Karena hal ini bisa menjadi ajang untuk menggali serta memperkaya khasanah kesenian Bali.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat membuka pameran Bali Megarupa yang merupakan rangkaian dari Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II 2020, bertempat di Museum ARMA, Ubud, Gianyar, Rabu (28/10/2020).
Gubernur yang sekaligus merupakan Ketua DPD PDIP Provinis Bali ini menyatakan jika FSBJ merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap perkembangan kesenian kontemporer dan dilaksanakan secara berkala setiap tahun. “Di sini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat terutama anak muda untuk berkreativitas tanpa batas, berkesenian, mengambangkan jati diri masyarakat Bali yang berkesenian dan berbudaya adi luhung,” jelasnya saat membuka acara tersebut.
Ia juga mengatakan jika kegiatan ini selaras dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru’, terkait pemajuan kebudayaan yang meliputi adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Upaya ini diperkuat lahirnya Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.
“Seperti salah satu isi Tri Sakti Bung Karno yag juga terkandung dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemprov Bali ingin agar Bali bisa berkepribadian dalam kebudayaan. Jadi sudah sepantasnya sebagai masyarakat Bali, kita bangga akan kebudayaan dan kesenian Bali. Kita yang melestarikan dan terus menggali potensi kesenian kita,” ujarnya.
Mantan anggota DPR RI tiga periode ini pun memaparkan bahwa Pulau Bali sangat unik, karena memiliki kesenian dan kebudayaan tinggi yang bisa menjadi potensi pembangunan perekonomian ke depan untuk masyarakatnya. Pandemi Covid-19 ini menjadikan dinamika baru, pengetahuan baru untuk mendasin kembali pembangunan di Bali. “Peristiwa ini juga harus dijadikan momentum untuk mengembalikan jati diri Bali sebagai pulau penuh kesenian dan kebudayaan. Kita bangkitkan kembali apa yang kita miliki dan terus berkarya,” gugahnya.

