Tangkap Pelaku Arisan Online Bodong Merugikan Miliaran Rupiah, Dr. Togar Situmorang Ingatkan Waspada Investasi Ilegal di Media Sosial
Denpasar,Liputan68.com – Praktisi hukum Dr. Togar Situmorang mengingatkan masyarakat agar senantiasa berhati-hati terhadap tawaran arisan online maupun skema investasi yang hanya ditawarkan melalui media sosial. Peringatan ini disampaikan menyusul keberhasilan Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur menangkap Joiss Nydia Khaliza (27 tahun), tersangka di balik skema “Arisan JNK” yang terbukti merupakan penipuan terorganisir.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena telah menelan korban di seluruh penjuru Indonesia dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah. Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menghadapi jeratan hukum yang berat atas tindakannya yang merugikan banyak pihak.
“Kami tegaskan dengan tegas: jangan mudah tergiur tawaran keuntungan besar secara instan yang hanya disebarkan lewat media sosial. Arisan online yang tidak memiliki izin resmi dan tidak jelas peraturannya sejatinya adalah investasi bodong yang berujung pada penipuan, dan pelakunya akan berhadapan dengan hukum,” tegas Dr. Togar Situmorang.
Ia juga mengimbau masyarakat yang menjadi korban dalam kasus ini untuk segera melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian di Polda Jawa Timur guna melengkapi data laporan dan memperkuat proses hukum. Bagi korban yang membutuhkan pendampingan hukum, pihaknya juga membuka jalur bantuan melalui kantor hukum yang dipimpinnya.
Penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa kejahatan berkedok arisan maupun investasi ilegal yang merugikan masyarakat tidak akan luput dari tindakan hukum. Masyarakat diminta untuk selalu memeriksa keabsahan izin, profil penyelenggara, serta mekanisme perjanjian sebelum memutuskan untuk menyetorkan dana dalam jumlah berapapun.
“Kewaspadaan bersama adalah benteng paling ampuh untuk memutus mata rantai penipuan yang kini marak beroperasi di dunia maya. Jangan sampai harapan mendapat keuntungan justru berubah menjadi kerugian yang mendalam,” pungkas Dr. Togar Situmorang.(Ad)

Tinggalkan Balasan