Liputan BERITA

IDI Pacitan Sebut Penularan Covid-19 Sangat Cepat, Masif dan Sporadis. Kalau Ganas, Nggak Juga

Ditulis oleh Liputan68 pada 31 Januari 2021 • ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, kembali angkat bicara, terkait masih tingginya positif rate covid-19 di kampung halaman Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Johan Tri Putranto, Sekertaris IDI Pacitan mengatakan, tingginya mobilitas kepala keluarga (KK) atau anggota lain di sebuah keluarga, menjadi salah satu penyebab tingginya kasus terkonfirmasi covid-19 di Pacitan. “Jadi KK terkena, akhirnya menular ke anggota keluarga lain, bahkan tetangga atau pihak lain yang melakukan kontak erat,” kata Johan, memberikan pendapat berkaitan dengan masih tingginya angka positif rate covid-19 di Pacitan, Ahad (31/).

Untuk itu, dokter yang juga dipercaya mengendalikan UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, mengimbau agar masyarakat sedapat mungkin meminimalisir mobilitas yang tidak begitu urgent.

Selain itu, Johan juga mengingatkan agar masyarakat jangan lengah untuk terus menerapkan 3M Plus dan VDJ.

Yaitu selalu memakai masker saat berinteraksi, menjaga jarak fisik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, paling singkat selama 20 detik sebelum menyentuh mulut, hidung serta mata dan hindari berkerumun.

“Kemudian saat berada di dalam ruangan atau mobil berpendingin, diharapkan selalu perhatikan sirkulasi udara yaitu mengatur ventilasi dan mempersingkat durasi pertemuan. Jaga jarak juga persoalan vital yang tidak boleh diabaikan. Setidaknya 1 sampai 1,5 meter,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai varian Virus SARS-CoV-2 yang telah menginfeksi ribuan warga Pacitan tersebut, Johan belum bisa memberikan klarifikasi secara pasti. Mengingat, persoalan tersebut hanya bisa diurai oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, minimal yang ada di provinsi.

Soal ganas atau tidaknya, Johan menyebut, bisa dibilang ganas ataupun tidak. Pasalnya, kalau virus SARS-CoV-2 ini terbilang ganas, tentu angka kematian cukup tinggi.

Sementara kasus di Pacitan, meski angka positif rate tinggi, namun angka kematian bisa dibilang sangat rendah. “Yang kita waspadai pada sisi penularannya yang begitu cepat, masif, dan sporadis. Kalau ganas Insyaallah tidak seperti itu. Sebab angka kematian kita terbilang rendah bila dibandingkan kabupaten/kota sebelah.

Dimana angka positif rate mereka jauh dibawah Pacitan, akan tetapi angka kematiannya cukup tinggi. Yang terpenting tetap waspada dan hilangkan stigma buruk tentang virus SARS-CoV-2. Jauhi penyakitnya, tetapi jangan jauhi orangnya,,” pesan Johan. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian