Pacitan Benar-Benar Gawat. Jubir GTPP Tegaskan, Saatnya Satuan Tugas Bisa Bertindak Represif Bagi Pelanggar Prokes

Pacitan, liputan68.com- “Protokol kesehatan ambruk, pandemi memburuk”. Setidaknya begitulah fenomena yang terjadi dibalik penanganan kasus covid-19 confirm di Kabupaten Pacitan, yang hingga detik ini tak kunjung mereda. Bahkan kian hari, bencana non alam tersebut terus mengusik ketenangan masyarakat, lantaran tingginya positif rate covid-19.

Juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, kembali menyatakan, bahwa ini situasi sudah benar-benar gawat darurat. Apalagi di wilayah Kecamatan Pacitan, yang detik ini kembali menyumbang penambahan kasus covid-19 confirm terbesar dari 11 kecamatan lainnya.

“Ini sebagai bukti kendurnya kedisplinan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan. Utamanya pemakaian masker dan berkerumun, kongkow-kongkow ataupun tongkrongan dengan melibatkan banyak orang,” ujarnya, usai menyampaikan rilis pemberitaan terkait penambahan kasus covid-19 confirm sebayak 67 orang, Senin (1/2).

Karena itu, sudah sepatutnya GTPP berlaku represif terhadap masyarakat yang kedapatan tidak menjalankan protokol kesehatan secara tertib. “Presiden pun sudah memerintahkan agar satuan tugas bisa bertindak tegas terhadap penanganan kasus covid-19 confirm,” tutur dia.

Tak hanya itu, Rachmad juga menyampaikan pandangan, bahwa penambahan kasus covid-19 confirm di Pacitan sudah mencapai 1.800’an lebih.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *