Liputan DAERAH

Ketika Rakyat Bicara, Wakilnya Mendengar: Yos Dogon dan Jaring Asmara di Naikolan

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 November 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Suasana Minggu sore, 2 November 2025, di Kelurahan Naikolan, RT 11/RW 7, terasa berbeda.

Sekitar 60 warga berkumpul penuh semangat mengikuti kegiatan Reses Jaring Asmara (Aspirasi Masyarakat) bersama anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Golkar, Jemari Yoseph Dogon, yang akrab disapa Yos Dogon.

Sebagai wakil rakyat yang telah tiga periode berturut-turut duduk di DPRD Kota Kupang, Yos Dogon dikenal dekat dengan masyarakat dan rajin turun ke lapangan. Dalam sambutannya, ia menjelaskan makna penting dari kegiatan reses.

“Reses adalah waktu bagi kami, para wakil rakyat, untuk kembali menyatu dengan masyarakat. Di sinilah kami mendengar langsung suara, keluhan, dan harapan warga yang nantinya akan kami perjuangkan di DPRD,” ujar Yos Dogon dengan nada hangat.

Dalam forum dialog itu, warga dengan antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Mulai dari lampu jalan yang belum terpasang merata, jalan setapak di lorong-lorong yang rusak, hingga krisis air bersih yang masih menjadi tantangan utama.

“Air sekarang hanya mengalir seminggu sekali. Kami berharap pemerintah bisa membantu membuat sumur bor agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi,” ujar salah satu warga yang disambut anggukan setuju dari peserta lain.

Selain itu, persoalan pengangkutan sampah juga mendapat perhatian serius. Warga berharap agar jadwal pengangkutan bisa dilakukan minimal dua kali dalam seminggu, supaya lingkungan tetap bersih dan sehat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Lurah Naikolan Nur M. Tasrap, Ketua RT 11 Petrus Muga, Ketua RW Lukas Sorolada, serta tokoh masyarakat Ketut Budiarti.

Dalam sambutannya, Lurah Tasrap menyampaikan rasa terima kasih karena wilayahnya menjadi salah satu titik pelaksanaan reses.

“Kami bersyukur Kelurahan Naikolan dipilih menjadi lokasi reses. Ini kesempatan bagi masyarakat kami untuk menyampaikan langsung kebutuhan mereka kepada wakil rakyat,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Yos Dogon menegaskan bahwa pemimpin sejati harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menunggu laporan.

“Pemimpin harus mau turun ke bawah, bahkan kalau perlu berkantor di kelurahan. Dengan begitu, ia bisa mengetahui langsung keluhan masyarakat dan mencari solusi nyata,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemerintahan yang bekerja dengan hati.

“Kita berharap pemerintah sekarang bekerja dengan baik dan benar, agar setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Yos Dogon menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh masukan warga Naikolan ke meja pembahasan di DPRD.

“Semua aspirasi hari ini akan kami bawa dan perjuangkan di persidangan. Karena suara rakyat bukan hanya didengar, tapi harus diwujudkan dalam kebijakan,” tutupnya.

Sore itu, ketika warga perlahan bubar, tersisa kesan hangat: bahwa wakil rakyat sejati bukan sekadar hadir di masa kampanye, melainkan hadir untuk mendengar, memahami, dan memperjuangkan suara masyarakat kapan pun dibutuhkan.***

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian