Hubungan Badan Dengan Gonta Ganti Pasangan Dapat Menimbulkan Kanker Serviks
Jakarta, Liputan68.com | Di Indonesia Kasus penyakit kanker serviks terus mengalami peningkatan. Bagi Penderita Penyakit kanker serviks sangatlah berbahaya. Selain mengalami sakit yang berkepanjangan, juga bisa menyebabkan kematian.
Yang menjadi penyebab munculnya penyakit kanker serviks ada beberapa faktor.
Sementara penyebab utama dari munculnya kanker serviks ini akibat dari rutinnya melakukan hubungan seksual. Terutama yang kerap gonta ganti pasangan, khususnya pasangan yang belum sah atau diluar nikah.
Selain melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, kebiasaan merokok pada wanita, turut memicu kehadiran virus Human Papillomavirus (HPV).
Dua penyebab utama ini disampaikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Siloam Hospitals Manado “dr Bismarck Joel Laihad, Sp.OG(K)” melalui acara Health Talk Penyebab dan Pencegahan Kanker Serviks di Manado, Jumat (5/2/2021), dikutip dari BankaPos.
“Kanker serviks ini tidak dapat dilihat atau diraba karena terdapat di dalam anatomi tubuh wanita sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit.
Biasanya gejala umum yang timbul berupa keputihan dan menyebabkan cairan yang berbau tidak sedap,” tutur Bismarck Joel Laihad melalui edukasi di Webinar.
Bismarck Joel mengatakan, penyebab tingginya kasus kanker serviks melalui infeksi virus dari Human Papillomavirus (HPV), ditularkan melalui hubungan seksual sekitar 90% dan 10% terjadi melalui non seksual.
Pada aspek lainnya, pasien umumnya terjangkit kanker serviks sebesar 70 persen dalam keadaan stadium 2B. Artinya stadium lanjut dan harus dilakukan tindakan operasi
“Umumnya datang dengan keluhan susah buang air kecil atau susah buang air besar, juga keluhan keputihan dilingkup organ vagina.
Walaupun tidak semua keputihan merupakan gejala kanker serviks.
Hal ini disebabkan karena penyakit ini tidak dapat dilihat ataupun diraba,” pungkas dr Bismarck Joel Laihad, Sp.OG(K).

Setiap Tahun Penderita Kanker Serviks D Indonesia Bertambah
Di Indonesia jumlah kasus kanker serviks yang dilaporkan pada tahun 2016 mencapai 348.809 kasus.
Sementara menurut laporan Global Cancer Observatory di tahun 2018, diperkirakan terdapat 32.469 kasus per tahun kanker serviks di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 18.279 orang.
Indonesia menduduki urutan kedua kasus kanker serviks terbanyak di dunia dengan angka ini.
Penderita kanker serviks di Indonesia meningkat pada tahun 2019, yaitu sebesar 21.000 kasus baru setiap tahunnya. Indikasi yang menunjukkan bahwa kasus ini meningkat setiap tahunnya.
Di Indonesia kanker serviks juga merupakan kanker kedua terbanyak yang menyerang perempuan setelah kanker payudara.
Ironisnya, 80% dari penderita kanker serviks datang dalam stadium lanjut, dan 94% pasien dari kasus tersebut meninggal dalam 2 tahun.
Beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan guna mencegah kanker serviks, antara lain:
- Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
- Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
- Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
- Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
- Hindari berhubungan intim saat usia dini
- Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
- Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
- Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV baik dilakukan saat berusia 9-26 tahun, artinya mencegah kanker serviks sudah bisa dilakukan sejak usia dini.
- Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.

Tinggalkan Balasan