Liputan DAERAH

Tak Berizin, Hewan Ternak Babi Masuk Sumut Langsung Dipulangkan

Ditulis oleh Liputan68 pada 1 September 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Pemprov Sumut  menegaskan lalu lintas hewan berkaki empat seperti ternak babi yang masuk ke Sumut tak dilengkapi izin, langsung dipulangkan ke daerah asal. Pengawasan ditiap pintu-pintu masuk atau check point pun, senantiasa ditingkatkan.

Izin resmi itu seperti dokumen keterangan hasil pemeriksaan kesehatan ternak babi, surat keterangan asal ternak babi dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan.

“Jadi kita sampaikan lagi ya, ingatkan lagi bahwa Sumut masih memperketat masuknya ternak babi dari luar wilayah Sumut,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap (foto), menjawab wartawan di Medan, Kamis (1/9/2022).

Pihaknya tak menampik, masih ada oknum-oknum yang berupaya memasukkan ternak babi ke Sumut tanpa izin resmi seperti dari Riau dan Lampung.

“Diluar itu kita tegaskan tak boleh, kita tegas, kita pulangkan,” ujarnya.

Ia mengatakan laporan itu disampaikan sejumlah kelompok masyarakat ke pihaknya. Namun beberapa kasus telah ditemukan dan langsung dipulangkan ke daerah asal.

Karena itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan kabupaten/kota memperketat pengawasan, khususnya di pintu-pintu masuk (check point) di perbatasan.

“Di Labuhanbatu Selatan misalnya, kita terus berkoordinasi. Ini adalah bukan main-main, selain karena perintah Pak Gubernur Edy Rahmayadi, juga untuk kesehatan hewan di Sumut,” katanya.

Meskipun wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sumut melandai, kemungkinan tersebut tetap perlu dicegah. Ada pun potensi PMK kembali terjadi pada hewan ternak adalah salah satunya dari bebasnya masuk hewan-hewan ternak tak berizin.

“Karena itu masuknya hewan ternak babi, ternak sapi juga, kerbau ya, kita perketat terus. Sekali lagi kita minta tegas kepada siapa saja, jangan memasukkan hewan ternak tak berizin ke Sumut,” imbuhnya.

Masih Azhar Harahap, pelarangan bagi hewan ternak babi yang tidak berizin, juga untuk mencegah kembali maraknya virus ASF (African Swine Fever) di Sumut.

“Kita terus berupaya menanggulangi semua ini,” pungkasnya. (LM-02)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian