Liputan BISNIS

Harta Karun Indonesia di Borong China, Nilainya Mencapai Rp16 Triliun

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 April 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | Pemerintah Indonesia membuat kesepakatan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dikenal dengan negara China untuk mengimpor sarang burung walet dari Indonesia senilai US$ 1,13 miliar atau lebih dari Rp 16 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke China.

Seperti diketahui, sarang burung walet merupakan ‘harta karun’ yang selama ini belum dimaksimalkan ekspornya.

“Jadi bisa saya laporkan di sini bahwa kita tadi menyepakati setidaknya 5 perusahaan yang akan mengimpor sarang burung walet dari Indonesia ,” katanya saat kunjungannya di China, Jumat (2/4/2021) yang di lansir dari Industri.co.id.

Mendag Lutfi juga menjelaskan, Indonesia juga akan melakukan ekspor dan investasi untuk produk furnitur dari sandalwood (cendana) serta furnitur lainnya sejumlah US$ 200 juta.

Ada pula investasi yang mendatangkan 150 perusahaan di Kalimantan Barat yang akan mempekerjakan 3.000 pekerja. “Ini totalnya semua US$ 1,38 miliar atau lebih dari Rp 20 triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Indonesia berkesempatan untuk berbicara dengan counterpart dari kementerian di Tiongkok. Ada beberapa poin yang penting untuk bisa diberikan.

“Pertama, target baru dalam 3 tahun ke depan kita akan men-triple (tiga kali lipat) perdagangan bilateral kedua negara dari US$ 31 miliar hari ini, menjadi US$ 100 miliar pada tahun 2024,” ungkapnya.

Kedua, Indonesia akan mendalami lagi kesepakatan kerjasama perdagangan yang sudah ditandatangani sejak tahun 2011 yaitu bilateral economic and trade cooperation (BETC) menjadi trade and investment framework agreement (TIFA).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian