Liputan DAERAH

Awas! Ada 14 Titik Longsor dan Rawan Macet di Sumut Selama Nataru

Ditulis oleh Liputan68 pada 17 Desember 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN—LIPUTAN68.COM—Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara bersama Direktorat Lalulintas Polda Sumut telah memetakan 14 titik rawan longsor dan sembilan titik rawan kemacetan lalulintas di Sumut pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Adapun ke-14 titik rawan longsor itu antara lain; jalan batas Provinsi Aceh-Tanjung Pura; Medan-Berastagi; Kota Cane-Kutabuluh; Kutabuluh-Sidikalang; Merek-Dairi; Tanjung Dolok-Parapat; Tarutung – Sibolga; Tarutung-Tapanuli Selatan; Rampa-Poriaha; batas Kabupaten Tapanuli Utara-Sipirok; Batang Toru-Singkuang; Kota Pinang-PAL XI; batas Kabupaten Tapsel-Madina; dan
Teluk Dalam-Lolowau.

BACA JUGAOptimistis Bisa Masuk Senayan. Begini Penjelasan Ketua DPC PSI Pacitan Feri Harianto

Sedangkan 9 titik rawan kemacetan lalulintas diperkirakan berada di Pasar Bengkel (Km 043+000); Pasar Kampung Pon (Km 063+500); Berastagi (Km 069+000); Pasar Indrapura (Km 101+300); Parapat Ajibata (Km 175+000); Pasar Porsea (Km 215+000); Pasar Balige (Km 234+000); Pasar Siborong-borong (Km 269+000); dan Pasar Aek Kanopan (Km 251+400).

Begitupun di sisi lain, Dishub Sumut menyebutkan kesiapan sarana transportasi umum pada periode Nataru 2022 ini, berjumlah 1.335 unit, namun untuk data riilnya hanya tersedia 293 unit saja.

BACA JUGALagi, Dua Warga Asahan Dinyatakan Positif Covid-19

Adapun unit armada tersebut terdiri dari 42 perusahaan bus AKAP, 53 perusahaan AKDP, dan 26 perusahaan AJAP (Antar Jemput Antar Provinsi).

“Moda transportasi tersebut tersedia pada terminal antara lain Terminal Tanjung Pinggir;
Terminal Madya Tarutung; Terminal Sibolga; Terminal Tanjungpura; dan Terminal Kabanjahe,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Lalulintas Darat Dishub Sumut, Agustinus Panjaitan, Kamis (16/12/2021).

BACA JUGAPilbup 2024, ProJo Pacitan Belum Tentukan Arah Dukungan

Upaya pihaknya beserta stakeholder terkait jelang periode Nataru kali ini, telah melakukan monitoring protokol kesehatan atau prokes di terminal-terminal dan kendaraan umum, ramp check (inspeksi) kelaikan kendaraan di terminal & pool bus, pemeriksaan pengemudi (tes urine), pemasangan rambu petunjuk/peringatan sementara, penempatan personil dan alat berat di lokasi rawan longsor, antisipasi ketersediaan BBM, menyediaan rest area angkutan umum (terminal/UPPKB), dan monitoring tarif angkutan umum.

“Sesuai data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik I diperkirakan jatuh pada 23-24 Desember ini. Puncak arus mudik II pada 30-31 Desember,” ujarnya. Sedangkan untuk puncak arus balik, sebutnya, diperkirakan pada 2-3 Januari 2022.

BACA JUGADimata Masyarakat Bawah, Gagarin Dikenal Figur Yang Dermawan Dan Peduli

Pihaknya berharap, jikalau masyarakat tetap ingin bepergian atau keluar rumah di masa libur Nataru, untuk tetap disiplin prokes sehingga tidak menambah angka penularan Covid-19 di Sumut. (Hasby)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian