Jelang Idul Adha, Pemprovsu Harus Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Bebas PMK
MEDAN — LIPUTAN68.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) diminta pastikan ketersediaan hewan kurban bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) jelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.
Menurut Anggota Komisi B DPRD Sumut, Ahmad Hadian, penting sekali Pemprovsu melakukan langkah-langkah terukur dan terarah dalam mengatasi hal tersebut.
“Terlebih ini menjelang Hari Raya Kurban di mana akan banyak sapi yang dibutuhkan untuk ibadah tersebut,” katanya kepada wartawan, Jumat (27/5/2022).
Adapun perkembangan PMK pada ternak sapi di Sumut, sebut Hadian, di mana dilaporkan terjadi di 48 desa dari sembilan kabupaten dan kota yang terdiri dari Kabupaten Asahan, Batu Bara, Deli Serdang, Langkat, Kota Medan Medan, Serdang Bedagai, Kota Binjai, Simalungun, dan Labuhanbatu Selatan. Dari sembilan daerah itu, jumlah kasus terbanyak terdapat di Kabupaten Langkat.
“Selain itu saya mengimbau kepada para masyarakat, panitia kurban dan Badan Kemakmuran Masjid untuk secara proaktif dan selektif dalam memilih hewan kurbannya. Koordinasikan dengan Dinas Peternakan setempat dan libatkan para dokter hewan untuk memastikan secara klinis bahwa hewan-hewan kurban tersebut bebas dari PMK,” urai Kang Hadian, sapaan bekennya.
Sebab jika tidak, lanjut dia, dikhawatirkan ternak tersebut tidak memenuhi syarat sebagai hewan kurban dari sisi kesehatan.
Maka harus dilakukan pemeriksaan sebelumnya dan kalau perlu mengeluarkan sertifikat lulus uji bagi setiap hewan ternak yang akan dikurbankan tersebut.
“Saya juga mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dan sedang dilakukan oleh Pemprovsu bersama pihak terkait yaitu Poldasu, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Sumut, dan pemkab yang telah melakukan beberapa hal yang perlu dilakukan,” ujarnya.
Yakni di antaranya, sebut Kang Hadian, menutup sementara lalu lintas keluar masuk hewan ternak/lockdown di 48 desa yang sudah terjangkit PMK.
“Ini saya harap harus dilanjutkan dengan langkah-langkah pembatasan lalu lintas hewan antar kota dan segerakan pengobatan/vaksinasi bagi seluruh ternak di Sumut,” kata sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut ini.
Kesempatan ini ia turut mengimbau kepada para peternak untuk sementara tidak melepas liar ternaknya, namun dikandangkan saja untuk sementara waktu hingga situasi benar-benar aman. (LM-02)

Tinggalkan Balasan