Liputan BERITA

Menkop Teten Ajak Petani Sawit Berkoperasi dan Bangun Pabrik Minyak Makan Merah

Ditulis oleh Liputan68 pada 10 Juni 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Serdang Berdagai – Liputan68.com – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengajak para petani sawit di Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara, bergabung ke dalam koperasi dan membuat pabrik minyak makan merah. Ini diperlukan agar petani bisa berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

“Kita perlu membangun koperasi sawit yang tidak bergantung kepada industri sehingga petani mendapat keuntungan dari hasil TBS (Tandan Buah Segar) sawit mereka,” kata Teten Masduki saat berdialog dengan petani sawit binaan Koperasi Sawit Unggul Sejahtera Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara, Jumat (10/06/2022).

Menurut MenkopUKM, nantinya para petani sawit akan mendapatkan nilai tambah dan mampu menerima manfaat dari pengelolaan bisnis sawit serta tidak memiliki ketergantungan terhadap industri kelapa sawit.

Saat ini teknologi untuk memproduksi minyak makan merah sendiri, bahkan sudah ada di PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Medan. Sebab, pengolahannya yang sederhana, dia pun optimistis koperasi mampu membangun pabrik minyak makan merah ini.

Biaya yang dibutuhkan juga dikatakan hanya memerlukan investasi sebesar Rp 7 miliar untuk menghasilkan 5 ton minyak makan merah per jamnya melalui teknologi tersebut.

“Dengan adanya pabrik minyak makan merah dari koperasi ini, diharapkan akan memperkuat pasokan minyak goreng ke masyarakat yang lebih murah dan sehat. Turunannya juga bisa jadi produk kosmetik, farmasi, dan masih banyak lainnya,” kata Menteri Teten.

Terkait pembiayaan, Teten menegaskan bahwa koperasi dapat memanfaatkan dana dari BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), PT Bank Rakyat Indonesia, dan LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) untuk membangun pabrik minyak makan merah ini.

Sementara itu, Bupati Serdang Berdagai Darma Wijaya menambahkan bahwa saat ini para petani sawit mengalami keraguan untuk menanam kelapa sawit akibat naik turunnya harga. Bahkan, saat ini dikatakan ubi kayu lebih menguntungkan bagi para petani.

“Karena harga sawit ini turun naik jadi membingungkan para petani. Maka kadang tanaman meraka diselingi dengan ubi kayu. Hal yang dikhawatirkan kalau harga ubi kayu lebih tinggi, petani kelapa sawit lebih pilih tanam ubi kayu saja,” ucap Darma.

Demikian, rencana pembuatan pabrik minyak makan merah melalui koperasi, Darma menyatakan siap untuk menyediakan tempat bagi pembangunan pabrik ini di Kabupaten Serdang Berdagai.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian