Liputan BERITA

Koalisi Perubahan Terancam Bubar? Nasdem Pacitan Cuek Bebek, Serahkan Sepenuhnya Pada Keputusan Elite Pusat

Ditulis oleh Liputan68 pada 5 Februari 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan – Nasdem Pacitan bergeming, meski rangkaian gerbong koalisinya terancam bubar, seandainya salah satu partai politik yang tergabung di dalam koalisi perubahan, yakni Partai Demokrat memaksakan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Anis Baswedan.

Partai politik yang saat Pileg 2019 lalu berhasil mencuri dua kursi DPRD Pacitan tersebut, tak akan terseret pada kubangan isu nasional. Sebab soal siapa calon wakil presiden yang akan diusung oleh koalisi perubahan, sepenuhnya diserahkan kepada Anis untuk menentukan pilihannya.

“Sampai detik ini, dengan mengikuti perkembangan di Jakarta bahwa koalisi perubahan solid dan parpol- parpol pendukung Anies sepakat bahwa cawapres diserahkan sepenuhnya kepada Anies. Apakah nama AHY, Khofifah, Andika Perkasa, Ahmad Heryawan, Eric Thohir dan atau nama- nama lainnya,” kata Wakabid Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi, DPD Partai Nasdem Pacitan, Eko Hadi Susilo, Ahad (05-02-2023).

Eko menegaskan, bicara soal capres dan cawapres 2024, bukanlah ranah jajaran Partai Nasdem di daerah. Hal tersebut merupakan ranahnya politikus yang ada di DPP. Hasil apapun tentu DPD Nasdem Pacitan taat, dan mengikuti keputusan dari pusat.

“Saat ini kami fokus terkait kegiatan internal partai yaitu pendaftaran caleg, baik untuk caleg kabupaten, provinsi maupun DPR RI.

Selain itu dalam waktu dekat akan melaksanakan pembekalan saksi tingkat kabupaten, di 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang purna bakti ASN di Pacitan, Bambang Supriyoko ikut urun rembuk soal nama AHY di bursa calon presiden maupun wakil presiden, yang belakangan banyak mendapat komentar plus dan minus dari warganet.

Menurut mantan asisten sekkab ini, kalau seandainya nama AHY tidak muncul, sangat disayangkan. Sebab menurut dia, dari sisi kapabilitas semua orang sudah banyak yang tau.

“Sudah waktunya generasi muda ambil peran di pucuk pimpinan nasional, kalau memang proses perubahan menuju yang lebih baik diinginkan,” tukasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian