Liputan BERITA

Dinkes Pacitan Tegaskan Leptospirosis Tidak Menular Antar Manusia

Ditulis oleh Liputan68 pada 8 Maret 2023 • ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan – Maraknya kasus penyebaran bakteri leptospira yang terjadi di Kabupaten Pacitan memunculkan banyak sekali opini masyarakat, mulai dari perekonomian yang terhambat hingga ketakutan membeli makanan siap saji di daerah terdampak.

Opini masyarakat yang timbul terjadi karena banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan tentang bakteri leptospira dan bagaimana cara penyebarannya.

Dinas terkait, seperti dinas informasi dan komunikasi Pacitan, dalam sepekan ini sebenarnya sudah aktif merilis segala sesuatu terkait bakteri leptospira penyebab Leptospirosis.
Melalui salah satu akun medsosnya Diskominfo telah membuat poster digital yang berisi segala sesuatu tentang Leptospirosis berikut dengan update jumlah angka penderita baik yang sakit maupun yang sembuh.

” Kami selaku dinas yang mengampu segala bentuk informasi terkait pemerintah kabupaten Pacitan telah membuka kran informasi dan menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Khusunya tentang apapun terkait leptospira. Bisa dibuka kok di akun Instagram kami @pemkabpacitan dan @diskominfopacitan.” Kata Kabid informasi dan komunikasi, Diskominfo Pacitan, Bagus Nurcahyadi, Rabu (08/03/2023)

Sementara itu ditempat terpisah, dinas kesehatan Pacitan, melalui bidang pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P),Drg. Nur Farida, menjelaskan, Dinkes sampai dengan saat ini masih terus berupaya menekan angka kasus penyebaran Leptospirosis.

” Kami masih terus berupaya.memang jika dilihat angka kasus naik di angka 220 kasus saat ini. namun jangan lupa juga angka sembuh meningkat di angka 200.dan sosialisasi pendampingan masih terus kami lakukan .” Jelas Drg. Nur Farida.

Kabid P2P juga menegaskan bahwa penularan Leptospirosis ini tidak terjadi antar manusia, melainkan menular dari hewan ke manusia.

” Yang perlu ditekankan adalah penularannya dari hewan ke manusia.bukan manusia ke manusia. Jadi ketika ada di daerah kita yang teridentifikasi dengan Leptospirosis jangan di jauhi.” Tegas Nur Farida kepada pewarta.

Berikut adalah informasi singkat tentang penyebaran bakteri leptospira yang disampaikan Dinkes Pacitan melalui Diskominfo :

1) Leptospirosis menular dr hewan ke manusia, tdk bisa menular dr manusia ke manusia
2) Leptospirosis menular melalui luka terbuka yg terinfeksi, tdk bisa menular melalui ludah, bersin, air mata, nafas
3) Binatang pembawa virus leptospira tdk hanya tikus, tp juga kucing, kambing, sapi dll
4) Potensi terpapar lebih dominan karena cuaca hujan sekaligus bertepatan dg masa panen padi, mendorong rata2 petani tetap terjun ke sawah menuai panen
5) setelah infeksi, butuh ±7 hari sampai dengan timbul gejala, solusinya langsung ke faskes terdekat (sangat tidak disarankan pengobatan mandiri). (Red/Yul)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian