Golkar Pacitan Masih “Fanatik” Dengan Proporsional Terbuka. Pesan Lancur Susanto: Jangan Menghalalkan Segala Cara Dalam Berpolitik
Pacitan – Dibalik hiruk-pikuk adanya pengajuan yudicial review terhadap UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, khususnya pada poin sistem proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup, tak membuat Partai Golkar ciut nyali.
Partai yang pernah berjaya di era orde baru tersebut masih tetap berkomitmen, dilandasi semangat reformasi dan demokrasi.
Bagi Golkar, sistem proporsional terbuka, masih menjadi opsi mendasar dalam penyelenggaraan pemilu 2024.
“Golkar sebagai partai kader dan Golkar sebagai partai terbuka, selalu siap mengikuti agenda-agenda politik nasional. Baik pileg, Pilbup, Pilgub dan Pilpres,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Pacitan Lancur Susanto, dalam siaran persnya yang disampaikan melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp, Ahad (30-04-2023).
Sebagai kader senior, Lancur menegaskan, Golkar akan selalu mempersiapkan kader- kadernya untuk ditugaskan menjadi wakil rakyat. Seperti, anggota DPR/DPRD, bupati/wakil bupati, gubernur/wakil gubernur, presiden atau wakil presiden.
“Dengan pengkaderan dan penggodokan didalam kepartaian, Golkar selalu memberi ilmu -ilmu sosial dan Ilmu politik. Juga wawasan kebangsaan, serta pembinaan tersebut yang sejak awal telah dilakukan. Tanpa ujug-ujug seperti itu.
Walaupun dalam sejarah Golkar, sebagai rajanya pemenang pemilu, sistem tertutup, seperti di pemilu era reformasi Tahun 2004 silam, Golkar tetap sebagai pemenang,” tandasnya.
Yang perlu di benahi, kata Lancur, adalah cara berpolitik yang tidak harus menghalalkan segala cara. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan