Liputan BISNIS

Program ESG 2024, Transformasi TelkomGroup Bagi Kepentingan Bangsa dan Negara

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 November 2023 • ⏱️ 2 Menit Baca

YOGYAKARTA — LIPUTAN68.COM — Environmental, Social, and Governance (ESG) saat ini menjadi sumber value creation sekaligus tanggungjawab bagi korporasi untuk diimplementasikan demi mendukung kinerjanya sekaligus inisiatif dalam menjaga keberlanjutan.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan milik negara sekaligus perusahaan telekomunikasi digital terdepan, turut mendukung komitmen tersebut dengan semakin fokus dalam pengelolaan dan penerapan ESG melalui peresmian program EXIST (ESG Existence for Sustainability by Telkom Indonesia), pada Kamis (16/11).

Peresmian dilakukan Wakil Gubernur D.I. Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah didampingi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Heri Supriadi, serta Direktur Group Business Development, Honesti Basyir, dan para direksi anak perusahaan Telkom. Momen ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Telkom ESG Day yang diselenggarakan di Yogyakarta.

Ririek Adriansyah berharap implementasi ESG dapat terus dioptimalkan, bukan hanya untuk perusahaan juga kepentingan bangsa dan negara.

“Implementasi ESG melibatkan banyak stakeholders agar dapat terus berlangsung dan sustain. Acara hari ini juga diharapkan dapat sekaligus memererat hubungan dengan Pemerintah Daerah Yogyakarta dalam mendukung suksesnya ESG Telkom. Diharapkan dengan ESG ini, Indonesia dapat menjadi negara yang ramah lingkungan dan sustain, serta menjadi tempat hidup yang sehat untuk kita semua. Sehingga kita bisa mewariskan sesuatu yang baik untuk anak cucu kita semua,” ujar Ririek.

Wakil Gubernur D.I. Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X, berkesempatan menyampaikan apresiasi dari Gubernur Sri Sultan Hamengukubuwono X atas upaya implementasi ESG Telkom, terkhusus di wilayah mereka.

“Pemerintah Yogyakarta mendukung penuh Telkom dalam upaya membangun daerah. Marilah kita terus bergandengan tangan bersama-sama, membangun masyarakat yang lebih maju dan berkelanjutan. Terimakasih atas kerjasama yang terjalin, semoga kegiatan ini menjadi titik awal dari langkah positif yang lebih besar lagi,” ujar wagub.

EXIST menjadi semangat Telkom dalam mewujudkan masa depan berbasis ESG yang bertujuan mewujudkan bisnis berkelanjutan dengan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui layanan dan solusi inovatif yang dimiliki. ESG Telkom melalui EXIST hadir dengan tiga pilar utama yaitu Environmental, Social, dan Governance.

Pada pilar Environmental, Telkom bersama seluruh anak perusahaan dan afiliasi berkomitmen mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission 2060, di antaranya melalui penerapan waste management oleh Telkom Property dan Telkomsel dengan program Jaga Bumi.

TelkomGroup juga berupaya mereduksi emisi, salah satunya dengan penggunaan solar panel pada BTS Telkomsel, Telkom Infra, termasuk Mitratel. Tak hanya itu, dukungan diberikan melalui penggunaan lithium battery untuk tower Mitratel dan pembangunan green data center oleh NeutraDC.

Adapun pilar Social, Telkom mendukung keberagaman talenta melalui program rekrutmen untuk karyawan disabilitas, serta pengembangan talenta digital yang selaras dengan program prioritas Kementerian BUMN 2020-2024. Terakhir, pilar Governance, menjadi upaya Telkom membangun kepercayaan para stakeholder, termasuk pelanggan akan keamanan dan perlindungan data pribadi pelanggan serta etika bisnis.

Selain peresmian EXIST, Telkom ESG Day menghadirkan serangkaian kegiatan yaitu sharing sessions oleh para expert internal dan eksternal, di antaranya Director Climate & Sustainability Deloitte Indonesia, Alstair Bharata serta SDG Mover UNDP Indonesia, Chelsea Islan. Hal ini sekaligus menjadi upaya Telkom dalam mengedukasi masyarakat dan para peserta khususnya, akan peran penting ESG untuk generasi mendatang.

Kelestarian Alam
Sebagai bagian dari rangkaian Telkom ESG Day, Telkom melaksanakan penanaman 1.000 bibit pohon di Desa Girikerto yang turut dihadiri Lurah Girikerto, Sudibyo.

Desa Girikerto merupakan desa penyangga air di Kawasan Gunung Merapi, dimana sumber mata airnya bermanfaat untuk kehidupan dan wajib untuk dijaga. Tak hanya itu, desa ini memiliki program pengembangan Agro Buah dengan luas lahan 4,03 ha, yang bertujuan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat dengan menanam tanaman yang produktif dan menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan (circular economy).

“Penanaman bibit ini menjadi langkah awal komitmen Telkom dalam pengimplementasian ESG. Semoga apa yang kita lakukan bisa berkelanjutan dan menghasilkan manfaat untuk kita semua,” pungkas Ririek. (*)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian