Wakili Bupati Pacitan, Staf Ahli. Prayitno Hadiri Wisuda Sarjana XX STAINU Pacitan, Dorong Lulusan Berkontribusi bagi Daerah
Pacitan,Liputan68.com-Momentum wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya perjalanan akademik, melainkan juga awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Pesan itulah yang mengemuka dalam Upacara Wisuda Sarjana XX Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan, Sabtu (24/10) di Kampus STAINU Pacitan.
Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, hadir mewakili Bupati Pacitan dalam prosesi tersebut. Melalui sambutan yang disampaikannya, Pemerintah Kabupaten Pacitan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menuntaskan pendidikan tinggi dan resmi menyandang gelar sarjana.
Dalam sambutan itu, wisuda dimaknai sebagai buah dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan ketekunan, kedisiplinan, doa, serta pengorbanan. “Keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari dukungan orang tua dan keluarga, baik secara materiil maupun moril, yang senantiasa mengiringi setiap langkah perjuangan mereka,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada pimpinan, dosen, dan seluruh tenaga kependidikan STAINU Pacitan atas dedikasi mereka dalam mendidik, membimbing, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berilmu dan berkarakter.
Pemerintah Kabupaten Pacitan memandang pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu bersaing menghadapi tantangan zaman. “Karena itu, keberadaan STAINU Pacitan diharapkan terus mengambil peran strategis dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan,” pesannya.
Bekal akademik, menurut pesan yang disampaikan Bupati, hendaknya berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan kepedulian sosial. Dengan demikian, gelar sarjana tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi amanah untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan sekitar.
“Kepada para wisudawan dan wisudawati, Pak Bupati berpesan agar tidak menjadikan wisuda sebagai akhir dari proses belajar. Sebaliknya, kelulusan harus menjadi titik awal untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, melahirkan inovasi, dan berkarya sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing,”tutur mantan Kepala Dinas Koperasi Usah Mikro dan Perindustrian Pacitan ini.
Lebih jauh, para lulusan STAINU Pacitan diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah dengan mengoptimalkan potensi lokal. Pacitan memiliki beragam sektor yang dapat dikembangkan, mulai dari pariwisata, pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan berani menghadirkan gagasan baru. Para sarjana diharapkan tidak hanya menjadi pencari peluang kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, memberdayakan masyarakat, serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jadilah sarjana yang ilmunya membawa manfaat, kehadirannya membawa kesejukan, dan pengabdiannya memberikan perubahan positif bagi masyarakat,”tukasnya.
Pesan tersebut selaras dengan sabda Rasulullah SAW, Khairunnas anfauhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Nilai ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata diukur dari jabatan, kedudukan, ataupun penghasilan, tetapi juga dari kontribusi dan manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.
Melalui momentum Wisuda Sarjana XX STAINU Pacitan, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap para lulusan dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, menjunjung tinggi integritas, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat, para sarjana muda diharapkan menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah, sekaligus turut mewujudkan Kabupaten Pacitan yang semakin maju, sejahtera, dan bahagia.(Red/yun)

Tinggalkan Balasan