Liputan BERITA

Duta Genre Pacitan 2026: Bukan Sekadar Gelar, tetapi Menyiapkan Generasi Emas dari Bangku Remaja

Ditulis oleh Yuniardi Yuniardi pada 24 Oktober 2026 • ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Masa depan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi cita-cita yang digantungkan, tetapi juga oleh seberapa matang generasi mudanya merencanakan perjalanan menuju masa depan. Semangat itulah yang mengemuka dalam Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Pacitan Tahun 2026, Sabtu (24/10).

Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, hadir mewakili Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, dalam puncak ajang yang menjadi ruang bagi remaja untuk menunjukkan potensi, karakter, sekaligus kepedulian terhadap masa depan generasinya.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. “Pemilihan Duta Genre bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar, melainkan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki perencanaan hidup yang matang,” terang Prayitno.

Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, remaja tidak cukup hanya dibekali mimpi. Mereka juga membutuhkan pengetahuan, keberanian mengambil keputusan, serta pemahaman tentang konsekuensi dari setiap pilihan yang menentukan masa depan.

Melalui program Generasi Berencana, para remaja didorong untuk memahami pentingnya perencanaan pendidikan, pengembangan karier, hingga kehidupan berkeluarga. Pada saat yang sama, mereka diharapkan mampu membentengi diri dari berbagai risiko, termasuk pernikahan usia anak, seks pranikah, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).

Pesan tersebut menjadi semakin penting karena generasi muda bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan juga aktor utama yang akan menentukan arah kemajuan daerah dan bangsa di masa mendatang.

Kepada para finalis, Bupati Pacitan berpesan agar kesempatan yang mereka raih tidak berhenti sebagai pengalaman berharga di atas panggung. Lebih dari itu, para finalis diharapkan mampu menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi teman sebaya, menyebarkan edukasi positif, serta mengambil peran aktif dalam membangun lingkungan remaja yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Predikat Duta Genre, dengan demikian, membawa tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar selempang dan penghargaan. “Ada misi edukasi, keteladanan, dan pengabdian yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah pergaulan generasi muda yang terus berkembang,” tuturnya.

Keberadaan duta-duta muda diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan tentang perencanaan kehidupan remaja. Sebab, edukasi yang disampaikan oleh sesama remaja berpeluang menjadi jembatan komunikasi yang lebih dekat, relevan, dan mudah diterima.

Grand Final Pemilihan Duta Genre Kabupaten Pacitan 2026 diharapkan melahirkan figur-figur muda yang tidak hanya unggul secara personal, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemauan untuk membawa perubahan positif di lingkungannya.

Upaya menyiapkan generasi berkualitas memang tidak dapat ditempuh dalam semalam. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat agar remaja memperoleh ruang tumbuh yang aman, sehat, dan mendukung pengembangan potensi mereka.

Ikhtiar itu menjadi bagian dari langkah panjang mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sebab, generasi emas tidak lahir hanya dari besarnya harapan, tetapi dari pengetahuan, karakter, dan keputusan-keputusan baik yang dibangun sejak usia muda.

“Salam Genre! Remaja Berencana, Generasi Berkualitas, Pacitan Hebat,”pungkasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuniardi Yuniardi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian