Liputan BERITA

Dikabarkan Sempat Merajuk, Aji-Gagarin Belakangan Kembali Mesra. Pilkada Termurah Bakal Berlangsung Di Pacitan?

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 April 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Setelah banter dikabarkan pecah kongsi politik, duet kepemimpinan Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji dan Wabup Gagarin, belakangan nampak mesra.

Pasangan kepala daerah yang awalnya tengah merajuk dan bahkan dikabarkan hendak head to head di perhelatan Pilbup serentak 2024 ini, malah sebaliknya.

Mereka terkesan sangat bersahabat dan seakan mengisyaratkan kalau keduanya masih enggan untuk “bercerai’ dalam menghadapi pertarungan politik perebutan kursi calon bupati dan wakil bupati pada 27 November mendatang.

Fenomena itu nampak, saat moment sholat Ied, Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah/Tahun 2024. Dimana keduanya nampak beriringan berangkat dari Pendopo Pemkab Pacitan menuju Alun-Alun untuk melaksanakan ibadah sholat hari raya.

Pun, saat Wabup Gagarin menggelar open house di rumah jabatannya, ia bersama istri, menyempatkan diri kembali ke Pendopo untuk bertemu dengan Bupati Indrata Nur Bayuaji, yang saat itu juga tengah menggelar open house bersama masyarakat di aula pendopo.

Salah seorang purna bakti aparatur sipil negara (ASN) di Pacitan, Jarot Mustofa berpendapat, mungkin ini Pilkada termurah yang akan berlangsung, seandainya Bupati Aji (Indrata Nur Bayuaji) kembali berpasangan dengan Wabup Gagarin.

“Nggak butuh biaya besar, kalau Bupati Aji masih berpasangan dengan Wabup Gagarin. Pilkada selesai satu putaran, sebab nggak akan ada lawan. Kalau ada yang melawan, ya itu orang bodo. La wong jelas kalah.

Dan kemungkinan ini Pilkada termurah di Indonesia. La jelas Mas Aji yang jadi. Apalagi dipasangkan lagi sama Wabup Gagarin, selesai sudah,” kata pensiunan Kepala UPT Pasar, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pacitan ini, saat bertandang ke posko media Timur Pendopo, baru-baru ini.

Jarot Mustofa
Jarot Mustofa

Menurut Jarot, Mas Aji tak perlu lagi bersusah-payah, jajah deso melangkori untuk berkampanye.

Bagi Jarot, Mas Aji cukup kongkow-kongkow di warung kopi, Pilkada selesai. “Ya seperti ini, Mas Aji datang ngopi ke warung Bu Maun misalnya. Wong sudah jelas, pasti Mas Aji -Gagarin yang dipilih. Selesai, pillkada biaya murah,” tutur pria berkumis lebat ini. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian