Buah Manis Kepedulian Bupati Aji Nguri-Uri Kesenian Tradisional, Kemendikbud Tugaskan Seniman Gondrong Gunarto Selenggarakan Konser Akbar Selendhang Biru Di Pacitan
Pacitan,Liputan 68.com- Kepedulian Bupati Pacitan, Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji, dalam nguri-uri kesenian tradisional, akhirnya berbuah manis.
Pasalnya, Pemkab Pacitan mendapat kepercayaan dari Kemendikbud dan Ristek, untuk pagelaran spektakuler orkestra Selendhang Biru dengan menghadirkan seniman kondang asal Ngawi, Gondrong Gunarto.
Istimewanya lagi, pagelaran seni musik yang mengkolaborasikan gamelan dan aransemen musik kontemporer itu dipusatkan di Museum dan Galeri SBY-Ani, kawasan jalur lintas selatan (JLS), pada Kamis (20/6) malam, besok.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Pacitan, Turmudi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Seniman Gondrong Gunarto, yang telah mendapatkan penugasan dari Kemendikbud untuk menyelenggarakan konser akbar di Pacitan.
“Konser ini sebagai media untuk mengenang dan mengulas kembali, debut dalang kondang Ki Narto Sabdo. Terimakasih kami sampaikan kepada kru dari Seniman Surakarta yang berkenan menyelenggarakan konser akbar di Pacitan. Saya juga masih ingat ketika kecil dengan tembang Lesung Jumulung karya Ki Narto Sabdo,” kata Turmudi saat menggelar jumpa pers di Gedung Karya Dharma, Rabu (19/6).
Turmudi juga sangat berterimakasih, apabila kegiatan akbar tersebut bisa dipusatkan di tempat yang megah dengan segala fasilitas serba mewah, yaitu di Museum dan Galeri Seni SBY-Ani.
“Ini momen yang luar biasa. Pacitan nderek promosi. Bahwa di Pacitan ini pernah diadakan even luar biasa dan di tempat yang luar biasa.
Kegiatan ini tak sekedar tontonan tapi juga tuntunan. Kita bisa belajar dan mensupport sehingga kunjungan wisata akan meningkat. Jangan sampai momen ini terlewatkan,” jelasnya.
Sebagai kepala perangkat daerah yang menaungi kepariwisataan di Pacitan, Turmudi juga menekankan bahwa konser Selendhang Biru merupakan momen positif sebagai media promosi, bahwa Pacitan itu bisa. “Pacitan tumbuh luar biasa sebagai pelestari budaya,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, Dodik Sumarsono, menambahkan, Pacitan sangat terhormat dengan konser Selendhang Biru. “Sebelumnya juga pernah digelar di Ngawi. Tanggapan masyarakat sangat luar biasa. Hampir sekitar 4 ribuan lebih penonton hadir menyaksikan konser tersebut,” kata pejabat jebolan sekolah kedinasan ini.
Menurut Dodik, secara kultural Pacitan ini memang cenderung ke wilayah Jateng, utamanya Yogyakarta dan Surakarta. Sampai-sampai ada stigma, kalau warga Pacitan dikenal sebagai orang yang santun, lantaran budayanya yang mengarah seperti warga di Provinsi Jateng.
“Ditengah penetrasi seni musik kekinian, siapa lagi yang akan nguri-uri budaya. Ini yang saya bilang sebagai konser akbar. Selain gamelan juga akan di kolaborasi dengan orkestra.
Konser ini gratis untuk masyarakat umum. Viralkan, agar Pacitan lebih dikenal. Kita ketahui kalau Pacitan punya sektor unggulan yaitu wisata. Apalagi dilaksanakan di Museum dan Galeri SBY Ani. Pacitan akan lebih berkembang lagi,” timpal Dodik.
Dan yang perlu dipahami, tegas Dodik, konser akbar ini diselenggarakan oleh Kemendikbud dan Ristek, Ditjend Musik dan Media Baru, bekerjasama dengan Pemkab Pacitan serta Museum dan Galeri SBY-Ani.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan