Kampanye Edy Rahmayadi di Simalungun, Dengar Keluhan Pedagang Hingga Aksi Bawa Betor Sendiri
SIMALUNGUN — LIPUTAN68.COM —Antusias pedagang dan masyarakat melihat kedatangan Calon Gubernur Sumut nomor urut 2, Edy Rahmayadi ke Pasar Tiga Raya, Jalan Siantar Seribu Dolok, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sabtu siang, 19 Oktober 2024.
“Ada Bapak Edy Rahmayadi, bapak gubernur, bapak gubernur, sukses selalu,” ucap pedagang sayur yang dihampiri Edy Rahmayadi bersama istrinya, Nawal Lubis.
Mantan ketua umum PSSI mendengar keluhan masyarakat soal harga kebutuhan pokok merangkak naik dan begitu pedagang mengeluhkan kondisi Pasar Tiga Raya yang memperhatikan.
Edy Rahmayadi membeli sejumlah kebutuhan pokok dari pedagang. Ia menyoroti harga bawang merah dan cabai rawit yang merangkak naik di pasar tradisional.
“Harga bawang merah di posisi Rp35 ribu per kilogram, itu terlalu tinggi dan cabai rawit Rp30 ribu per kilogram itu terlalu tinggi juga. Mahal ini, rakyat tidak bisa beli. Harus dikoreksi itu,” ucapnya kepada wartawan usai meninjau Pasar Tiga Raya, Simalungun.
Gubernur Sumut periode 2018-2023 itu mengungkapkan kehadiran pemerintah di pasar ini, untuk melakukan langkah-langkah pengendalian harga kebutuhan pokok. Jangan sampai daya beli masyarakat menurun dan memberikan dampak buruk terhadap perekonomian. Petani sendiri juga akan merugi.
“Ada standar harga bawah dan harga atas. Saya datang ke sini, kalau mau belanja tidak cukup uangnya. Ini harga harus kita kendalikan. Rakyat harus mampu berbelanja,” ujarnya.
Edy Rahmayadi berterimakasih atas sambutan masyarakat dan pedagang di Pasar Tiga Raya. Pastinya, ada aspirasi yang disampaikan kepada dirinya dari pedagang dan masyarakat. Tidak lepas diharapkan bila terpilih jadi gubernur Sumut kembali, untuk dapat mengendalikan harga kebutuhan pokok.
“Saya berterimakasih kepada masyarakat Simalungun, warga Simalungun sangat walcome kepada saya. Mereka ingin kehidupannya, mereka ingin kesejahteraannya, menginginkan kerukunannya,” katanya.

Revitalisasi
Menurutnya pemerintah harus melakukan revitalisasi Pasar Tradisional Tiga Raya Simalungun, agar memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.
“Sangat harus dibenahi ini, ini tidak bisa. Kebutuhan rakyat, kebutuhan masyarakat ini ditentukan oleh pasar ini. Kalau di atas harga ini, bisa memicu inflasi. Ini harus diaturlah, ini pemerintah,” ujar Edy.
Dirinya sudah mempersiapkan program-program dalam pengendalian harga kebutuhan pokok hingga infrastruktur. Baginya pertanian harus didukung harga pupuk yang normal dan infrastruktur jalan yang baik. Apalagi Kabupaten Simalungun merupakan salah satu daerah lumbung pertanian bagi Provinsi Sumut.
“Perbaiki jalan untuk mengurangi biaya. Harus dikendalikan harga, kalau tidak masyarakat tidak bisa berbelanja. Kendalikan harga sehingga seimbang dia,” pungkasnya.
Usai mengunjungi pasar tradisional tersebut, Edy Rahmayadi melihat ada becak motor. Dia langsung meminta bapak pengemudi becak motor turun. Langsung membawa betor itu sambil membonceng istirnya, Nawal Lubis.
Sontak aksi Edy Rahmayadi ini menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dia mengendarai betor itu dari pasar tradisional hingga lokasi kampanye sekitar satu kilometer. (*)

Tinggalkan Balasan