Pacitan,Liputan68.com- Di awal tahun ajaran baru, Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, meminta agar aksi perundungan tidak terjadi disatuan pendidikan. Baik di level pendidikan dasar ataupun pendidikan menengah.
Dia menegaskan, perundungan atau bullying di dunia pendidikan merupakan masalah serius yang dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesejahteraan mental dan emosional siswa.
“Karena itu, guru dan staf sekolah perlu membangun kesadaran tentang pentingnya mencegah perundungan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).
Anggota Fraksi Partai Demokrat ini menegaskan, sekolah perlu mengembangkan kebijakan anti perundungan yang jelas dan efektif.

Selain itu juga memastikan bahwa semua siswa, guru, dan staf sekolah memahami kebijakan tersebut. “Guru dan staf sekolah perlu mendapatkan pelatihan tentang cara mengidentifikasi dan mengatasi perundungan, serta cara membangun hubungan yang positif dengan siswa,” jelas Rudi.
Lebih lanjut, wakil rakyat lima periode ini mengatakan, siswa perlu didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional.
“Sekolah dapat menggunakan teknologi untuk memantau dan mengatasi perundungan online, serta menyediakan sumber daya untuk siswa yang menjadi korban perundungan.
