Liputan DAERAH

Filmon Loasana Sebut Program Sampah Terbukti Sukses, Siap Bangun Tempat Sampah Pakai Uang Pribadi

Ditulis oleh Liputan68 pada 6 Agustus 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Filmon Loasana menyebut, dalam waktu 100 hari kerja pertama, Pemerintah Kota Kupang telah menunjukkan perubahan signifikan dalam persoalan sampah.

Keluhan masyarakat mulai berkurang, dan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin tumbuh

“Sampah bisa jadi duit kalau dikelola dengan tertib dan disiplin. Kami di PSI mendukung penuh program Pak Wali. Terbukti baru 100 hari kerja, persoalan sampah mulai tertangani dan keluhan masyarakat mulai berkurang. Ini bukti keberhasilan,” ujar Filmon, yang juga menjabat sebagai Ketua PSI Kota Kupang, (5/8/2025).

Lebih lanjut, Filmon menekankan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama.

Ia menyampaikan dirinya siap untuk membangun tempat penampungan sampah menggunakan dana pribadi, asalkan ada komitmen dan kerja sama antara RT, kelurahan, dan warga.

“Kalau ada lahannya, saya siap bangun tempat sampah pakai uang saya sendiri. Tapi harus ada kesepakatan dengan RT dan kelurahan agar tidak terbengkalai. Kami juga akan pasang CCTV untuk memantau agar masyarakat tertib,” tegasnya.

“Kita mendukung penuh terhadap program pengelolaan sampah yang sedang digalakkan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo,”

Dia mencontohkan di Kelurahan Liliba, Filmon mengungkapkan sistem pengelolaan sampah yang dikelola secara baik.

“Tempat sampah dikelola secara teratur, dengan jadwal pembuangan, pengawasan CCTV, dan sistem edukasi bagi masyarakat tentang manfaat ekonomi dari sampah,”

Ia juga mendorong partisipasi warga perumahan, pengembang, dan kelompok masyarakat lainnya untuk ikut mendukung bank sampah dan sistem angkut yang dikelola komunitas.

“Kalau kita tertib, ini bisa jadi sumber penghasilan. Bahkan pemulung di lingkungan bisa kita berdayakan. Sistem ini bisa mandiri kalau dijalankan dengan benar. Warga pun bersedia bayar iuran kecil, misalnya Rp5.000, dan kalau dikelola baik, hasilnya lumayan,” tambahnya.

Filmon menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh lingkungan sangat penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami di PSI tidak hanya bicara, tapi langsung kerja. Kalau kita sepakat, maka kami bantu bangun dan edukasi masyarakat. Jangan takut, selama tujuannya jelas untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

Kunjungan reses ini sekaligus mempertegas komitmen PSI dalam mendorong pemerintahan yang bersih, partisipatif, dan berdampak langsung ke masyarakat.***

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian