Liputan BERITA

Wabup Gagarin Sampaikan Filosofi “Matahari Selalu Berbagi Sinarnya, dan Air Laut Selalu Berbagi Asinnya” Saat Sarapan Nasi Berkat Di Kedai Hik Timur Pendopo

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 Agustus 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, menyampaikan filosofi “Matahari selalu berbagi sinarnya, dan air laut selalu berbagi asinnya” saat sarapan nasi bungkus di salah satu kedai hik, Timur Pendopo Pemkab Pacitan, Kamis (21/8/2025).

Meski memiliki banyak fasilitas dinas sebagai pejabat negara, namun saat itu ia datang mengendarai motor trail dengan kemeja putih dan celana warna gelap untuk mencicipi nasi berkat bersama awak media.

Dengan pendekatannya yang humanis, Gagarin membangun citra positif sebagai pemimpin yang mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat.

Kepada wartawan mantan Pimpinan DPRD Pacitan tiga periode ini menjelaskan makna filosofi yang ia sampaikan tersebut.

“Matahari selalu berbagi sinarnya dan air laut selalu berbagi asinnya” mengandung makna yang mendalam tentang sifat memberi dan kemurahan hati.

Matahari, sambung Gagarin, memberikan sinarnya kepada semua makhluk hidup di bumi tanpa pilih kasih. Sinar matahari sangat penting bagi kehidupan di bumi, karena tanpa sinar matahari, kehidupan di bumi tidak akan bisa berlangsung.

“Filosofi ini mengajarkan kita untuk menjadi seperti matahari, yang selalu memberikan kebaikan dan manfaat kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan,” tuturnya.

Air laut memberikan rasa asinnya kepada semua makhluk yang hidup di dalamnya. “Filosofi ini mengajarkan kita untuk menjadi seperti air laut, yang selalu memberikan manfaat dan kebaikan, meskipun kadang-kadang orang lain tidak menyadari atau menghargai apa yang kita berikan,”beber pengusaha jagal sapi asal Kecamatan Ngadirojo ini pada wartawan.

Filosofi diatas, menurut Wabup Gagarin, selayaknya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Memiliki sifat memberi dan kemurahan hati, yaitu memberikan manfaat dan kebaikan, tanpa mengharapkan balasan.

Demikian juga tanpa pamrih. Filosofi ini mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan pujian. Kita harus melakukan sesuatu karena memang itu adalah hal yang benar dan bermanfaat,”pesannya.

Yang tak kalah pentingnya adalah kemurahan hati. Filosofi ini mengajarkan untuk memahami dan membantu orang lain. Sifat ini, dapat membangun hubungan yang baik dan menciptakan lingkungan yang harmonis.

“Dengan memahami dan mengamalkan filosofi ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tukasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian