Liputan DAERAH

Panen Perdana KOLEGA LPM TDM: Dari Pekarangan Rumah, Lele Menggerakkan Harapan Kota Kupang

Ditulis oleh Editor NTT pada 4 Maret 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com – Selasa, 3 Maret 2026 menjadi hari bersejarah bagi warga Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Di halaman depan Gerai Simpan Pinjam Koperasi Kelurahan Merah Putih Tuak Daun Merah, suasana haru dan penuh optimisme menyelimuti kegiatan Panen Perdana Ikan Lele dalam program KOLEGA (Kolam Lele Keluarga) LPM TDM.

Acara dibuka dengan doa oleh tokoh agama Islam, menandai bahwa usaha kecil yang lahir dari pekarangan rumah ini tidak hanya bertumpu pada kerja keras, tetapi juga pada harapan dan keyakinan. Panen simbolis ini menjadi tanda dimulainya langkah nyata menuju kemandirian ekonomi warga dari bawah.

Hadir mewakili Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka, bersama Perwakilan Dinas Koperasi, Plt Camat Oebobo, Lurah TDM dan jajaran, penggagas KOLEGA dari DPD PSI Kota Kupang, Ketua Koperasi, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.

Komitmen dari Bawah: Ketahanan Pangan dan Ekonomi Mandiri

Ketua LPM TDM, Dicky Atupah, menegaskan bahwa program ini lahir dari komitmen mendukung agenda nasional dalam menjaga ketahanan pangan dan membangun ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

“Melalui program budidaya ikan lele ini, kami ingin membuktikan bahwa kelurahan mampu menjadi pusat produksi pangan mandiri. Ini bukan sekadar panen ikan, tetapi panen harapan,” tegas Dicky.

Program KOLEGA dirancang sebagai gerakan pemberdayaan berbasis potensi dan kearifan lokal. Selain menyediakan sumber protein hewani yang terjangkau, program ini juga membuka lapangan kerja baru, memberdayakan warga miskin, serta mendukung program nasional seperti MBG dan penanganan stunting.

Tahap awal dimulai dengan 10 kolam terpal ramah lingkungan yang tersebar di 7 RT lingkup Kelurahan TDM, serta satu kelompok di PAUD IDOLA MIZP TDM.

Sebanyak 1.000 ekor benih ikan bantuan dari DPD PSI Kota Kupang mulai dibudidayakan sejak 2 Desember 2025, dengan pendampingan LPM TDM serta dukungan pakan dari LPM dan Koperasi Merah Putih.

Dalam waktu tepat tiga bulan, dari 1.000 ekor benih, sebanyak 733 ekor berhasil dipanen. Jika dikonversi dengan hitungan pasar 6 ekor per kilogram, total hasil panen mencapai sekitar 120 kilogram.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang juga memberikan bantuan berupa media terpal untuk memperkuat dan memperluas kapasitas kolam budidaya ke depan.

Bantuan ini diharapkan menjadi energi tambahan agar program KOLEGA terus berkembang dan menjangkau lebih banyak warga.

PSI Dorong Sentra Lele di Kupang

Anggota DPRD NTT, Filmon Loasana, yang juga Ketua PSI Kota Kupang, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya terhadap inisiatif tersebut.

“Kita puji dan syukur, hari ini kita panen bersama KOLEGA yang dibentuk bersama teman-teman PSI. Potensi kecil kalau dikembangkan dengan serius pasti bisa besar,” ujar Filmon.

Ia menegaskan bahwa PSI memberikan 1.000 ekor benih sebagai bentuk dukungan nyata dan berkomitmen mendorong agar lokasi ini menjadi sentra lele terpusat, seperti yang telah dijalankan di Bakunase.

“Kita mau bikin satu tempat orang cari ikan, beli ikan, ada di sekitar kita. Hidup harus bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Filmon juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Kupang agar masyarakat benar-benar memanfaatkan peluang ekonomi ini demi menggerakkan roda ekonomi kota.

Pemerintah Siap Mendukung

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka, mengaku bangga melihat partisipasi aktif masyarakat.

“Kemajuan daerah dimulai dari partisipasi masyarakat, ide yang kuat, dan rumah tangga yang kuat. Dari 1.000 benih, tingkat kematian tidak sampai 30 persen. Ini luar biasa untuk tahap awal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung kegiatan berbasis masyarakat seperti ini. Sejalan dengan kebijakan provinsi “Satu Kelurahan Satu Produk”, KOLEGA dinilai layak menjadi produk unggulan Kelurahan TDM.

“Semoga tempat ini menjadi kelurahan budidaya lele. Kelompok ini pantas diteladani,” tegasnya.

Dalam momentum panen simbolis 250 ekor ikan lele, usaha ini secara resmi ditetapkan sebagai satu unit usaha dalam manajemen KKMP TDM.

Orientasi koperasi di TDM pun ditegaskan bukan sekadar simpan pinjam, tetapi menjadi motor pemberdayaan ekonomi warga.

LPM Kelurahan TDM dan KKMP menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari penyediaan benih, pelatihan sistem terpal dan bioflok, manajemen budidaya, pengolahan hasil panen, hingga akses pemasaran agar program ini tumbuh optimal dan berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan, warga TDM membuktikan bahwa kemandirian bisa dimulai dari pekarangan rumah. Lele-lele yang dipanen hari itu bukan sekadar hasil budidaya tiga bulan, tetapi simbol tekad sebuah kelurahan untuk berdiri tegak, produktif, dan berdaya. ***

Ditulis oleh Editor NTT

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian