oleh

Pemerintah Harus Bernyali Besar, Partial Lockdown Atau Karantina Wilayah, Solusi Terbaik Menghadapi Covid-19

LAMPUNG, LIPUTAN68.COMTidak ada ruang perdebatan untuk nyawa dan kehidupan Rakyat. Kalimat inilah yang saya rasa tepat untuk situasi hari ini.

Penyebaran Virus Covid-19 atau yang sering disebut virus corona di Indonesia semakin hari semakin mengkhawatirkan. Menurut informasi disampaikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 30 Maret 2020 mencatat sebanyak 1.414 orang positif terjangkit virus covid-19, 75 orang dinyatakan sembuh dan 122 orang dinyatakan meninggal Dunia akibat virus covid-19. Jumlah kasus pasien positif virus corona di Indonesia selalu dibarengi dengan bertambahnya kasus kematian. Bahkan kematian pasien positif virus corona di Indonesia tertinggi se-Asia Tenggara. Jika di Italia kasus kematian banyak terjadi pada penduduk diatas 47 tahun dan lansia.

Liputan JUGA  Sejarah Ki Ageng Giring Penerima Wahyu Kedhaton

Namun berbeda di Indonesia, Kasus kematian rata-rata pada usia Produktif. Meskipun jumlah kasus kematian di Indonesia tidak sebesar Italia, namun ini memprihatinkan dan perlu diwaspadai.
Kasus covid-19 ini sangat membuat publik resah dan ketakutan ditambah lagi dengan gagapnya Pemerintah pusat menghadapi wabah pandemi global ini semakin memperburuk kepanikan sosial yang terjadi pada masyarakat.

Beberapa alternatif kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah ternyata belum berhasil menghentikan penyebaran Covid-19 secara signifikan. Pemerintah pusat dinilai tidak berani mengambil Kebijakan yang paling tepat untuk situasi ini yaitu partial lockdown atau yang dikenal dengan karantina wilayah. Desakan untuk mengambil kebijakan Partial lockdown atau yang disebut dalam UU No 6 Tahun 2018 dengan karantina wilayah kian santer disuarakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Di Twitter hashtag #KarantinaWilayah menjadi trending nomor satu tentunya ini sebagai cermin gambaran ketakutan dan keresahan pada masyarakat. Namun lagi-lagi Pemerintah pusat gagap dalam menanggapi hal ini.

Liputan JUGA  Pesanggrahan Indrokilo Keraton Surakarta di Selo Boyolali

Pemerintah pusat dinilai kurang berani bahkan kalah cepat dalam hal megambil keputusan dibandingkan dengan pemerintah desa. Beberapa Desa di Yogyakarta misalnya dengan kondisi kepanikan Akibat penyebaran virus Covid-19 berani mengambil kebijakan lockdown, tercatat sejumlah dusun yangt tersebar di wilayah Kecamatan Gamping, Godean, dan Seyegan mulai memasang pagar-pagar dari bambu di jalan-jalan alternatif menuju dusun. Bahkan akses yang dibuka hanya jalan utama, itu pun melalui penjagaan oleh warga yang dilakukan secara bergantian. Sebagian di sudut desa disertai tulisan ‘lockdown’ dan ‘karantina wilayah’. Melihat hal ini, Bagaimana bisa pemerintah pusat kalah cepat dari pemerintah desa dalam mencegah penyebaran virus covid-19 ini?.

Partial Lockdown atau karantina wilayah harus nya bukan lagi menjadi diskusi atau perdebatan dikalangan Pemerintah pusat, karena didalam kondisi genting seperti ini Rakyat tidak butuh diskusi tetapi Aksi. Partial Lockdown memang dinilai banyak kalangan sebagai langkah terbaik yang harus di ambil pemerintah hari ini dalam menangani Virus Covid-19. Dengan memberlakukan partial lockdown atau karantina wilayah penyebaran virus Covid-19 dapat diperkecil jangkauannya, Partial lockdown tentunya akan membatasi Migrasi warga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.