MEDAN – LIPUTAN68.COM – Terkait dengan dugaan manipulasi Timbangan/Takaran Sembako batuan Covid 19 Pemvrov Sumut di Kabupaten Simalungun, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Managapul Purba meminta Aparat Keamanan mengusut tuntas dugaan Manipulasi tersebut serta memiminta kepada jajaran Gugus Tugas Provinsi Sumut agar mengevaluasi jajaran pelaksana pemberi bantuan.
“Ini benar-benar Parah kalau memang terjadi, karena bisa jadi preseden yang buruk bagi upaya penanggulangan Pandemi Covid 19, Kalau perlu berikan saja uang sejumlah ketentuan jangan sembako agar lebih gampang dalam pengawasannya” Ujar Managapul dalam keterangan Persnya pada Selasa (19/5/2020).
Kemudian Mangapul menambahkan bahwa seharusnya tidak ada pihak yang main-main mengurangi timbangan karena hal tersebut adalah perbuatan tidak bermoral, karena menyangkut bantuan Rakyat miskin.
“Bayangkan kalau setiap paket dimanipulasi 2 Kg dan dikalikan 78.000 paket itu sdh 156 Ton dan tentu jumlah yang tidak sedikit, jadi jangan main- dengan penderitaan rakyat, mbok ya dipahami betul aturan main atau regulasinya dalam memberikan bantuan” Imbuh Mangapul geram.
Untuk itu Menurut Mangapul Fraksi PDI Perjuangan akan mengawasi seluruh bantuan yang ada didaerah agar tidak adalagi kecurangan timbangan dalam sembako yang disalurkan kepada masyarakat, dan Fraksi PDI Perjuangan secara tegas meminta agar pihak Pemvrop, Polda, Kejatisu jangan lalai dengan masalah seperti ini apalagi dibiarkan.
“Harus segera langsung ditangani dengan cepat, karena kalau seluruh Kabupaten Kota terjadi Praktek seperti ini maka kita bisa bayangkan apa yang terjadi, dan ini yang selalu kita wanti-wanti jika ada bahaya Tikus-19 selain Covid-19 dan kita akan awasi terus agar tidak ada pihak yang mengeruk keuntungan ditengah Pandemi” Tegas Mangapul
Dalam Kesempatan tersebut Mangapul juga menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan kepada aparat keamanan apabila mendapati ada bantuan yang disunat agar Rakyat tidak dirugikan.