Turmudi Dan Budiyanto Akan Dimutasi? Berapa Pejabat Akan Digeser Masih Dilakukan Pemetaan, Ini Penjelasan Kepala BKP SDM Pacitan Rudi Haryanto
Pacitan- Utak-atik pejabat lingkup Pemkab Pacitan, kembali menyeruak beriringan dengan dibukanya seleksi terbuka lowongan calon jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang akan mengisi enam organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja, Dinas Komunikasi Dan Informatika, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Kabar kekinian yang sampai ke telinga media, konon akan ada dua kepala OPD yang akan dimutasi berbarengan dengan promosi JPTP mendatang.
Informasi dari lingkaran Pendopo, ada dua kepala dinas yang dikabarkan akan kena rotasi. Dua pejabat teras tersebut seperti halnya Turmudi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, serta Budiyanto, Kepala Dinas Pendidikan.
Kemana mereka akan dimutasi, sejauh ini masih misterius. Meski, di pendaftaran calon JPTP, masih ada satu lowongan yaitu staf ahli bupati yang sengaja dibiarkan melompong. “Kalau soal itu (staf ahli), kami hanya melaksanakan sesuai petunjuk bupati,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKP SDM) setempat, Rudi Haryanto, Rabu (13/6).
Mantan Sekretaris DPRD itu mengungkapkan, pada tahapan pendaftaran selter calon JPTP ini kali, diakuinya masih sepi pendaftar. Sekalipun, dia sangat optimistis sebelum hari penutupan pada 20 Juni nanti, kuota akan terpenuhi.
“Ada beberapa camat dan sekretaris dinas yang sudah konfirmasi untuk mendaftar. Saat ini mereka masih melengkapi dokumen persyaratan, seperti misalnya karya tulis dan lainnya.
Saya optimistis kok, sebelum penutupan kuota akan terpenuhi,” kata pejabat yang pernah duduk sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan ini pada wartawan.
Rudi juga mengatakan, ada beberapa sekretaris dinas yang tidak bisa mengikuti pendaftaran calon JPTP dikarenakan usia mereka yang sudah lanjut dan mendekati masa purna tugas. “Untuk usia maksimal 56 tahun pada Agustus nanti,” tukasnya.
Saat disinggung apakah akan ada mutasi kepala dinas, Rudi menegaskan, sinyal tersebut dimungkinkan bisa terjadi. Mengingat ada satu lowongan JPTP yaitu staf ahli bupati yang tidak diikutkan dalam proses selter ini kali.
Selain jajaran JPTP, mutasi jelas akan berlangsung bagi jajaran eselon III dan IV serta staf. Namun terkait berapa pejabat yang akan kena mutasi, Rudi menegaskan, masih dalam penataan tim Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Bapperjakat). “Setelah ketahuan siapa-siapa yang lolos selter calon JPTP, baru bisa dilakukan pemetaan berapa pejabat yang akan dimutasi,” pungkasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan