oleh

JEPANG RESESI, AKANKAH ASIA TERDAMPAK?

BANDUNG – LIPUTAN 68.COM –
Jepang akan mengumumkan bahwa negaranya sedang mengalami resesi. Negara Matahari terbit itu telah memasuki masa resesi dan disinyalir akan tambah diperparah dengan pandemi virus Corona (Covid-19).

Dari Statistik mengisyaratkan, negara dengan ekonomi ke 3 terbesar di dunia ini telah memperlihatkan penurunan atau pelemahan selama dua triwulan terakhir , hal inilah merupakan faktor utama pertanda resesi.

Ekonomi Jepang berkontraksi minus 0,91% pada kuartal I-2020 meski Jepang sudah berjuang sebelum adanya virus corona. Terlebih ketika negara itu baru saja bergulat permasalahan akibat Topan Hagibis yaitu badai kuat yang melanda negara Jepang pada musim gugur yang lalu ditambah dengan akhir tahun lalu adanya penyerapan kenaikan pajak penjualan yang memperparah ekonomi Jepang.

Liputan JUGA  Menkum HAM Rapat Membahas Kelanjutan RUU KUHP-RUU PAS Dengan Komisi III DPR RI

Jepang yang minus 3,4% pada tiga bulan pertama tahun ini melanjutkan kontraksi ekonomi pada kuartal terakhir tahun lalu yang mencapai 6,4%. Ini mendorong Jepang resmi mengalami resesi secara teknis.

Pendapatan sektor industri menurun 8,4%, naiknya angka pengangguran sampai 2,9%dan menurunnya nilai expor dikirasan 28,31%.

Paket stimulus sekitar US$140 miliar dari pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe belum cukup untuk memperbaiki keadaan ekonomi Jepang. Namun segi positifnya suntikan stimulus tersebut bisa mengurangi kerugian akibat Penundaan olimpiade yang akan dilaksanakan. Meski Jepang memiliki sumber daya alam yang rendah tapi sektor perdagangan menolongnya mendapatkan sumber daya untuk ekonominya. Sumberdaya alam yg rendah membuat Jepang bergantung dengan negara lain .

Liputan JUGA  Aji-Gagarin Terus Melakukan Pendekatan Ke Akar Rumput

Meskipun prospek ekonomi jangka panjang Jepang masih bagus, tetapi kondisi sekarang negara tersebut berada dalam resesi.

Hal ini berbeda dengan Negara kita yg diuntungkan dengan Letak geografis yang kaya dengan Sumberdaya alam dan jumlah penduduk yang besar sehingga masih bisa bertahan dari krisis keuangan Global.

Sumber : Dilansir dari kanal YouTube World News & CNN
Editor : Rbi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.